Citizen Reporter

UBSI Pontianak Sukses Gelar Bedah Buku Bangsa Terbelah

Ichsanuddin Noorsy menjelaskan, buku karyanya ini lahir dari keprihatianannya terhadap keadaaan ekonomi di Indonesia saat ini,

UBSI Pontianak Sukses Gelar Bedah Buku Bangsa Terbelah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Kota Pontianak bekerja sama dengan Forum Akademisi Indonesia (FAI) menggelar acara bedah buku yang berjudul Bangsa Terbelah, Senin (15/4/2019) 

Citizen Reporter
Media Relation, Anna

PONTIANAK - Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Kota Pontianak bekerja sama dengan Forum Akademisi Indonesia (FAI) menggelar acara bedah buku yang berjudul Bangsa Terbelah, Senin (15/4).

Pada acara bedah buku itu menghadirkan penulis buku, Dr  Ichsanuddin Noorsy, BSc, MH, MSi sebagai narasumber utama.

Ketua Panitia acara Bedah Buku, Windi Irmayani, SE, MM mengatakan kegiatan ini bertujuan menambah forum literasi untuk kaum intelektual yang di daerah khususnya Kalbar sehingga membantu para intelektual daerah mendapatkan pengalaman literasi yang baik.

“Acara ini merupakan bukti dari wujud eksistensi UBSI dalam rangka memajukan masyarakat agar cinta tehadap budaya literasi terutama adik-adik generasi millenial,” kata Ketua Program Studi Sistem Informasi UBSI Kampus Kota Pontianak,  Muhammad Sony Maulana, ST, M.Kom saat memberikan kata sambutan sekaligus membuka acara bedah buku tersebut.

Baca: Misa Kamis Putih Mengawali Perayaan Tri Hari Suci Umat Katolik

Baca: Siap-siap! Isi Konser di Indonesia, Red Velvet Akan Guncang Panggung Korean Wave 2019

Selain penulis buku, UBSI juga mengundang dua narasumber lainnya sebagai pembahas buku Bangsa Terbelah tersebut. Yakni seorang akademisi/Praktisi Pendidikan, Muhammad Kurniawan, S.STP, M.Sc dan Windi Irmayani, SE, M.Kom selaku Dosen UBSI Pontianak.

Ichsanuddin Noorsy menjelaskan, buku karyanya ini lahir dari keprihatianannya terhadap keadaaan ekonomi di Indonesia saat ini, yang dianggapnya sedang dalam keadaan terpuruk.

“Indonesia sekarang perlu sumber daya manusia (SDM) yang berkompeten. Selain itu, perkembangan ekonomi dilihat dari seberapa banyaknya lapangan pekerjaan yang tersedia di Indonesia. Jadi,  sekarang yang terpenting itu adalah lapangan pekerjaan,” paparnya.

Saat bedah buku itu, Ichsanuddin yang merupakan pengamat politik dan ekonomi Indonesia, memberikan sejumlah kritiknya.

Menurut dia, Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum bisa mengatasi masalah fundamental ekonomi makro dimasa kepemimpinannya. 

Baca: Edi Kamtono Ajak Masyarakat Jaga Kebersihan Waterfront

Baca: Jangan Sampai Suara Percuma, Ini Cara Sutarmidji Berikan Pendidikan Politik ke Anak-Anaknya

Ichsanuddin berkata demikian karena  Presiden Jokowi tidak bisa membuat rupiah berdaulat di negeri sendiri.

Terlebih, pemerintah dirasa kurang sigap saat mengatasi terpuruknya nilai mata uang rupiah terhadap dolar AS.

Acara bedah buku ini mendapat apresiasi dari Ichsanuddin Noorsy. Menurutnya, UBSI merupakan salah satu kampus yang peduli dengan perkembangan ekonomi di Indonesia dengan membuka diskusi seperti ini.

“Berharap kedepannya akan banyak forum literasi dengan narasumber yang kompeten di bidangnya dan para peserta yakni generasi muda dapat menyadari akan pentingnya literasi,” ujar Windi.

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved