PG PAUD Universitas Muhammadiyah Pontianak Gelar Dongeng Akbar dan Seminar Mendongeng

Acara dilaksanakan di Aula Kampus Muhammadiyah, Jalan Jendral Ahmad Yani, Kota Pontianak, jumat (19/4/2019).

PG PAUD Universitas Muhammadiyah Pontianak Gelar Dongeng Akbar dan Seminar Mendongeng
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANGGITA PUTRI
Foto bersama panitia acara dongeng Akbar bersama Awam Prakoso (tengah, berbaju merah), Jumat (19/04/2019) 

PG PAUD Universitas Muhammadiyah Pontianak Gelar Dongeng Akbar dan Seminar Mendongeng

PONTIANAK - Pendidikan Guru, Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD) Universitas Muhammadiyah Pontianak menggelar Kegiatan Dongeng Akbar dan Seminar Mendongen dengan tema "Membangun Karakter Anak Bangsa Melalui Mendongeng.

Acara dilaksanakan di Aula Kampus Muhammadiyah, Jalan Jendral Ahmad Yani, Kota Pontianak, jumat (19/4/2019).

Pada acara dongeng akbar dan seminar mendongeng yang dilaksanakan oleh
PG PAUD Universitas Muhammadiyah Pontianak mendatangkan Pendongeng Nasional dan pendiri kampung dongeng Indonesia yang pernah mendapatkan rekor muri mendongeng terlama yaitu Awam Prakoso sebagai pengisi acara.

Baca: Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Pontianak Galang Dana Untuk Korban Tsunami

Baca: FT Untan Gandeng Universitas Muhammadiyah Solo dan IIUM Malaysia Gelar Heritage Studies Workshop

Ketua panitia acara dongeng akbar dan seminar mendongeng Dewi Kartina mengatakan Peserta kegiatan dongeng akbar yang dilaksanakan pada pagi harinya adalah dari PAUD Se-Kota Pontianak dan Kubu Raya dan ada beberapa peserta dari sekolah dasar.

Sedangkan untuk acara seminar yang berlangsung pada siang harinya diikuti oleh mahasiswa dari Kampus Muhammadiyah Pontianak, Universitas Tanjungpura, IAIN Pontianak juga beberapa guru PAUD yang ada di Pontianak.

Kegiatan ini dilakukan gunanya agar menambah ilmu dan bisa menanam karakter bangsa melalui mendongeng.

Kemudian juga ada kegiatan rekrutmen sukarelawan untuk Kampung Dongeng di Pontianak. Karena saat ini di
Pontianak belum memiliki kampung dongeng.

Akan tetapi di kota atau kabupaten lain seperti Singkawang dan Mempawah sudah memiliki kampung dongeng.

Baca: Tim Lembaga Bantuan Hukum Universitas Muhammadiyah Laporkan Sukmawati ke Polda Kalbar

Minimnya pendongeng karena guru PAUD merasa kesusahan untuk mengkolaborasikan tema mengajar di PAUD dengan mendongeng, serta banyak guru yang bilang kurang pandai mendongeng dan menyampaikan materi dengan menarik.

Halaman
12
Penulis: Anggita Putri
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved