Marak Kasus Curanmor di Sintang, Polisi Sebut Kelalaian Korban Jadi Faktor Utama

Kasat Reskrim Polres Sintang, AKP Indra Asrianto membenarkan bahwa memang terjadi peningkatan kasus curanmor

Marak Kasus Curanmor di Sintang, Polisi Sebut Kelalaian Korban Jadi Faktor Utama
TRIBUNPONTIANAK/Wahidin
Kasat Reskrim Polres Sintang AKP Indra Asrianto saat diwawancarai Tribun Pontianak, Jumat (19/4/2019) siang 

Marak Kasus Curanmor di Sintang, Polisi Sebut Kelalaian Korban Jadi Faktor Utama

SINTANG - Kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) di wilayah Kota Sintang hingga ke kecamatan-kecamatan sedang marak terjadi, hal ini tentunya menjadi perhatian pihak kepolisian khususnya Polres Sintang demi menjaga Kamtibmas.

Kasat Reskrim Polres Sintang, AKP Indra Asrianto membenarkan bahwa memang terjadi peningkatan kasus curanmor. Dari informasi awal di lapangan, pelaku bukanlah komplotan yang baru namun memang residivis.

"Informasi awal yang juga kita peroleh di lapangan dari kawan-kawan Kanit Reskrim di Polsek-Polsek, ada indikasi ini residivis namun tetap harus ada penyelidikan lebih lanjut," ujar AKP Indra, Jumat (19/4/2019) siang.

Baca: 5 Masalah Utama Setelah Update PUBG Mobile Versi 0.12.0, Gagal Relog hingga Bug Kendaraan

Baca: Tak Jauh Beda dengan Hasil Quick Count, Jokowi-Maruf Raih 55,20%, Prabowo-Sandi 44,80 Persen

Baca: Dituding Situng KPU Curang Pro ke Kubu Tertentu, Komisoner Viryan Azis Jelaskan Proses Entry Data

Tidak terlepas dari itu, AKP Indra menyampaikan dalam hari ini Polres Sintang juga mempunyai personel Krimserse. Sehingga ada petugas yang bertanggung jawab di wilayah masing-masing termasuk para Kanit Reskrim Polsek Jajaran.

"Namun kaitannya dengan itu, upaya dari kami tetap selain dari Reskrim tentu jaringan yang di lapangan tetap diberdayakan. Sampai saat ini di wilayah kota sendiri, dalam satu bulan ini ada dua sampai tiga laporan yang kami terima," katanya.

Sementara itu, menurutnya kebanyakan masyarakat justru kebanyakan masyarakat yang belum sampai tahap melaporkan ke pihak kepolisian. Kebanyakan berusaha mencari sendiri dengan melibatkan orang terdekat dan kenalan.

Lebih lanjut AKP Indra menjelaskan bahwa kebanyakan kejadian curanmor dikarenakan ada kesempatan yang bisa dimanfaatkan pelaku. Sebab kelalaian korban yang tidak memastikan motornya dalam keadaan aman.

"Sebab kebanyakan dari kendaraan bermotor yang hilang adalah kelalaian daripada korban. Motor disimpan depan rumah, bahkan tidak jarang kunci masih di simpan di motor. Jadi sangat mudah, tinggal dibawa," jelasnya.

Kemudian pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati. Jangan sampai merasa di suatu tempat yang dinilai aman, kemudian tidak berhati-hati dan memberikan kesempatan pada pelaku.

"Untuk titik kerawanan, ya memang hampir semua tempat bisa jadi ada resiko kerawanan.
Karena jika ada kesempatan pelaku berbuat pencurian, bisa saja terjadi. Tidak menjadi hal pasti karena melihat peluang," pungkasnya.

Penulis: Wahidin
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved