Terkait Tidak Adanya Surat Suara Capres-Cawapres di Lima TPS, Ini Jawaban KPU Sintang

Digelarnya sidang ini terkait tidak adanya surat suara Calon Presiden dan Wakil Presiden di lima Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kecamatan Kayan Hulu

Terkait Tidak Adanya Surat Suara Capres-Cawapres di Lima TPS, Ini Jawaban KPU Sintang
TRIBUN PONTIANAK/ WAHIDIN
Ketua KPU Sintang Hazizah menghadiri Sidang Terbuka Putusan Pemeriksaan Acara Cepat yang digelar Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sintang di Ruang Rapat Sekretariat Bawaslu Sintang, Kamis (18/4/2019) siang. (Tribun Pontianak/Wahidin) 

Terkait Tidak Adanya Surat Suara Capres-Cawapres di Lima TPS, Ini Jawaban KPU Sintang

SINTANG - Ketua KPU Sintang Hazizah menghadiri Sidang Terbuka Putusan Pemeriksaan Acara Cepat yang digelar Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sintang di Ruang Rapat Sekretariat Bawaslu Sintang, Kamis (18/4/2019) siang. 

Digelarnya sidang ini terkait tidak adanya surat suara Calon Presiden dan Wakil Presiden di lima Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kecamatan Kayan Hulu dan Kecamatan Kayan Hilir pada saat hari pencoblosan Pemilu Serentak Tahun 2019. 

Adapun lima TPS tersebut yaitu TPS 001 di Desa Nanga Payak, TPS 002 di Desa Tanjung Miru, TPS 003 di Desa Nanga Tanggoi, Kecamatan Kayan Hulu. Kemudian TPS 03 dan TPS 04 Desa Jaya Sakti, Kecamatan Kayan Hilir.

Baca: Bawaslu dan KPU Sintang Gelar Sidang Pasca Surat Suara Capres Cawapres Kosong di Lima TPS

Baca: Pelayanan Indihome Telkom untuk UNBK Baru Dirasakan Tiga Kecamatan di Sintang

Hazizah mengatakan bahwa dalam hal ini pihaknya sebagai pihak terlapor hadir dalam sidang. Pihak KPU Sintang mengakui terkait tidak adanya jenis surat suara Calon Presiden dan Wakil Presiden di lima TPS tersebut. 

"Memang kami menjadi pihak terlapor terkait dengan ketidakadaan jenis surat suara Presiden dan Wakil Presiden di dua kecamatan, empat desa dan lima TPS. Jadi di Kayan Hulu tiga TPS dan Kayan Hilir dua TPS," katanya. 

Dengan sidang tersebut, pihaknya siap mengikuti apapun hasil keputusan majelis dari Bawaslu Kabupaten Sintang. Hazizah pun menegaskan pihaknya dalam proses pengepakan dan distribusi sudah melakukan sesuai prosedur. 

"Tentu ini di luar kemampuan kami karena kami sudah melakukan sesuai dengan SOP dan sesuai dengan mekanisme. Pada saat dilakukan sortir pengepakan memang pengawalan dan pengawasan dari kami juga intensif," katanya. 

Baca: Hasil Terbaru Hitung Cepat KPU Pilpres 2019, Suara Terbanyak Pilpres Antara Prabowo dan Jokowi

Baca: Mardani Ali Sera Percaya Hasil Quick Count, Syukuri Raihan Suara PKS di Pemilu 2019

Lebih lanjut, menurut Hazizah ada beberapa tahap sortir dan pengepakan, kemudian surat suara dimasukan dalam kotak suara dan selanjutnya disegel. Segel tersebut juga tetap terjaga mulai distribusi dari KPU sampai TPS

"Jadi saat dibuka di TPS segelnya masih utuh. Makanya sampai saat ini kami masih belum tahu kenapa tidak ada surat suara jenis tersebut saat dibuka di hari H. Namun intinya kami sudah bekerja sesuai dengan SOP," jelasnya. 

"Dan tentu ini di luar kemampuan kami sehingga terjadinya ketidakadaan surat suara tersebut. Kemudian kami akan segera menindaklanjutinya, karena kami diberikan batas waktu tujuh hari pasca putusan hari ini," jelasnya. (Wahidin)

Penulis: Wahidin
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved