Staf Pegawai di Pemkot Pontianak Bisa Memperolah Tunjangan Kinerja Rp 9 Juta Perbulan

Pendapatan tunjangan kinerja (Tukin) bahwa pemberian tunjangan kinerja ini diikuti oleh aktifitas setiap ASN

Staf Pegawai di Pemkot Pontianak Bisa Memperolah Tunjangan Kinerja Rp 9 Juta Perbulan
TRIBUNPONTIANAK/Syahroni
Wali Kota Pontianak, Edi Ruasdi Kamtono bersama Sekda Pontianak memimpin rapat koordinasi pemaparan draf pemberian tunjangan kinerja pada ASN yang akan dimulai 2020 mendatang. 

Staf Pegawai di Pemkot Pontianak Bisa Memperolah Tunjangan Kinerja Rp 9 Juta Perbulan

PONTIANAK - Staf Ahli Keuangan dan Pembangunan Pemkot Pontianak, Yuni Rosdiah yang memaparkan draf pemberian tunjangan kinerja pada Aparatur Sipil Negara (ASN) menegaskan bahwa Pendapatan tunjangan kinerja (Tukin) bahwa pemberian tunjangan kinerja ini diikuti oleh aktifitas setiap ASN.

Dalam pemaraparan draf tersebut disimulasikan bahwa seorang kepala dinas dapat memperoleh tunjangan kinerja maksimal dikisaran angka Rp15 dari satu item yaitu proses.

Setidaknya ada tiga item yang akan dinilai yaitu, Proses (berkaitan dengan absensi elektronik), output (kinerja), Kedisiplinan (menjalankan tugas sesuai kaedah pelayanan publik).

"Artinya setiap ASN harus berkinerja baik baru dia akan mendapatkan berupa tambahan hasil kinerja, jadi setiap ASN tidak akan sama dalam mendapatkan tunjangan kinerjanya," ucap Yuni Rosdiah saat diwawancarai usai menyampaikan draft tambahan penghasilan pegawai berbasis kinerja di Aula Rohana Muthalib Kantor Bappeda Kota Pontianak, Kamis (18/4/2019).

Baca: Agar Listrik Hidup 24 Jam di Serawai dan Kayan Hulu Selama UNBK, Disdikbud Surati PLN

Baca: Agar Listrik Hidup 24 Jam di Serawai dan Kayan Hulu Selama UNBK, Disdikbud Surati PLN

Baca: Bawaslu Mempawah Akui Sulit Buktikan Dugaan Money Politic

Pemberian Tukin ini berkaitan dengan kesejahteraan pegawai, tentunya pemerintah terus berupaya meningkatkannya. Dengan menerapkan tunjangan kinerja ini diharapkan kinerja tercapai, sasaran kerja perangkat daerah tercapai dan rewardnya pemberian tunjangan kinerja.

"Tentunya pemberian Tukin ini akan lebih baik dari pemberian penghasilan pada ASN sebelumnya," tegas Yuni Rosdiah.

Dalam menentukan ini, pihaknya masih melihat kemampuan keuangan daerah sehingga didapat indek yang akan diterapkan nantinya.
Pemberian tunjangan ini berdasarkan hasil evaluasi dan kelas jabatan.

Ia mencontohkan, misalnya dikalikan dengan indek Rp 5000 maka seorang kepala dinas bisa mendapat Rp 15 juta dari satu indikator yaitu proses, belum lagi ditambah tunjangan output dan tunjangan objektivitas jika dia berhak mendapatkannya.

Saat ini, formulasi terus dilakukan karena berkaitan berapa kemampuan dari APBD Pemkot Pontianak, bisa saja turun dari Rp 5000 atau lebih.

"Misalnya untuk PNS yang masuk kategori kelas enam yaitu CPNS dan dikalikan indeks Rp 5000 maka bisa mendapatkan tunjangan Rp 3 jutaan untuk satu item proses saja perbulannya," pungkas Yuni.

Apabila diformulasikan seperti itu, maka setiap ASN yang masih staf bisa mendapatkan Tukin diatas Rp9 juta perbulannya.

Tentunya setiap ASN harus memenuhi semua variable yang telah ditentukan tim perumus sehingga kinerja mereka benar-benar terukur dan bisa diberikan reward yang baik pula.

Penulis: Syahroni
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved