Pilpres 2019

Pemilih Berbondong-Bondong ke TPS, Hasyim: Antusiasme Pemungutan Suara di Malaysia Luar Biasa

di Malaysia KPU menyiapkan 255 TPS. Sebagian besar TPS berada di luar kantor perwakilan Indonesia.

Pemilih Berbondong-Bondong ke TPS, Hasyim: Antusiasme Pemungutan Suara di Malaysia Luar Biasa
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Sejumlah Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) bertugas di Tempat Pemungutan Suara (TPS) KBRI Kuala Lumpur di Malaysia, Minggu (14/4/2019). Wakil Duta Besar Indonesia untuk Malaysia Krishnan K.U Hannan mengatakan sebanyak 80 sehingga 90 persen dari 1,5 juta WNI di seluruh Malaysia mengikuti Pemilu serentak 2019 lebih awal dari 17 April 2019 mendatang di Indonesia. 

Pemilih Berbondong-Bondong ke TPS, Hasyim: Antusiasme Pemungutan Suara di Malaysia Luar Biasa

JAKARTA - Antusiasme pemungutan suara pemilu di Malaysia, Minggu (14/4/2019) sangat luar biasa. Hal itu disampaikan Komisioner KPU RI Hasyim Asy'ari.  

Dijelaskan Hasyim pemilih berbondong-bondong datang ke TPS yang disediakan di kantor perwakilan Indonesia.

"Antusiasme warga luar biasa. Sehingga ketika pemilih datang berbondong-bondong ke kantor perwakilan, dan kalau yang melihat tidak tahu itu (dikira) melakukan demonstrasi, padahal ini antusiasme yang besar," kata Hasyim di Jakarta, Selasa (16/4/2019), seperti dikutip Antara.

Hasyim mengatakan, di Malaysia KPU menyiapkan 255 TPS. Sebagian besar TPS berada di luar kantor perwakilan Indonesia.

Karena di luar kantor perwakilan Indonesia, maka syaratnya adalah harus mendapatkan persetujuan atau izin dari pemerintah lokal, dalam hal ini pemerintah Malaysia.

Namun sampai dengan Sabtu (13/4/2019) malam, belum ada respons dari pemerintah lokal.

Dengan begitu, KPU mengambil kebijakan menetapkan semua TPS agar digelar di kantor-kantor perwakilan Indonesia.

Baca: VIDEO: Bayi Tertukar di Rumah Sakit, Pasangan Mughni-Siti Romlah Minta Bantuan Pengacara

Baca: PREDIKSI SKOR Kaya FC Vs PSM Makassar di Piala AFC, Misi Sulit Juku Eja di Tanah Filipina

"Di Kuala Lumpur ada tiga tempat, yang pertama adalah di Kantor Kedubes, kemudian yang kedua adalah Wisma Duta atau rumah tinggal dinas dubes dan yang ketiga adalah sekolah Indonesia," jelas dia.

Baca juga: Fakta Jumlah TPS di Kuala Lumpur Berkurang, Terkait Masalah Izin hingga Pemilih Membludak

Karena hanya disentralkan di tiga tempat, maka dari 255 TPS itu, kata Hasyim, kemudian akhirnya hanya dioperasikan 168 TPS, dan ditambah dua TPS pada sore hari karena pemilih yang berdatangan luar biasa.

Dia mengatakan, pemilih Indonesia yang ada di Kuala Lumpur lebih dari 500.000 pemilih. Sehingga untuk yang TPS menggunakan polling station tercatat 126.000 pemilih.

"Jadi bisa dibayangkan 126.000 pemilih voting operationnya di 170 TPS, hanya terkonsentrasi di tiga tempat," jelasnya.

Dalam pelaksanaannya semestinya pemungutan suara dihentikan pukul 18.00 waktu setempat.

Namun karena masih terdapat ratusan orang mengantre, maka lokasi pemungutan dipindah dari Wisma Duta ke Kantor Kedutaan, dan pemungutan suara tetap dilanjutkan sampai semua WNI dapat menggunakan hak pilihnya.

Editor: Jamadin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved