Selamatkan Perawatnya Yang di Tahan ISIS, Selandia Baru Kerahkan Pasukan Khusus

Pasukan khusus Selandia Baru, NZDF (New Zealand Defence Force) yang ditarik dari Pasukan Operasi Khusus dikerahkan untuk selamatkan warganya

Selamatkan Perawatnya Yang di Tahan ISIS, Selandia Baru Kerahkan Pasukan Khusus
Telegraph
Abu Omar al-Shishani, mantan anggota pasukan khusus Georgia ini, diyakini tewas akibat serangan udara koalisi pimpinan AS pada pekan lalu. 

Selamatkan Perawatnya Yang di Tahan ISIS, Selandia Baru Kerahkan Pasukan Khusus

PONTIANAK - Pasukan khusus Selandia Baru, NZDF (New Zealand Defence Force) yang ditarik dari Pasukan Operasi Khusus dikerahkan untuk selamatkan warganya yang disekap oleh ISIS.

Alouisa Akavi merupakan perawat yang berasal dari Selandia Baru disekap oleh ISIS sejak tahun 2013 lalu bersama dengan dua orang lainnya, Nabil Bakdounes dan Alaa Rajab.

 

Ketiga orang tersebut merupakan rombongan dari Palang Merah dan membawa bantuan ke fasilitas medis di Idlib, barat laut Suriah.

Saat membawa bantuan tersebut, konvoi rombongan mereka dihentikan oleh kelompok bersenjata.

Palang merah menyatakan bahwa terdapat bukti bahwa Akavi masih hidup pada akhir 2018.

Baca: Pontianak Kota Perdagangan dan Jasa, Ritel dan Perhotelan Berpotensi Sediakan Banyak Lapangan Kerja

Baca: Flu Disertai Sakit Perut, Waspadalah Pada Tiga Penyakit Ini!

Baca: Minta Karyawan Alibaba Kerja 12 Jam Sehari, Jack Ma Tuai Protes

Terdapat saksi mata yang melaporkan bahwa Akavi berada di sebuah klinik di salah satu desa terakhir yang dikuasai oleh ISIS, dan sejumlah saksi mata mengatakan bahwa Akavi melakukan tugas medis di klinik dan rumah sakit.

Nasib dari dua orang lainnya, Bakdounes dan Rajab yang mempunyai status sopir perawat berusia 62 tahun belum diketahui keberadaannya.

Informasi penculikan sengaja tidak dirilis karena khawatir akan nasib dari ketiga orang yang diculik akan berakhir buruk, tutur Wakil Perdana Menteri Selandia Baru, Winston Peters.

Karena mengetahui masih hidup, Peters yang juga merupakan Menteri Luar Negeri menjelaskan bahwa negaranya menerjunkan tim pasukan khusus untuk mengetahui lokasi warga negaranya tersebut.

Pasukan khusus tersebut telah mengunjungi sejumlah titik di Suriah untuk mencari informasi perkembangan mengenai Akavi.

Halaman
12
Editor: Madrosid
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved