Menteri Yohana Susana Yembise Sampai Turun Tangan Selesaikan Kasus Audrey, Langsung ke Pontianak

Baik pelaku maupun korban sama-sama anak di bawah umur memaksa pemerintah pusat untuk turun tangan, 2 menteri sampai turun tangan

Menteri Yohana Susana Yembise Sampai Turun Tangan Selesaikan Kasus Audrey, Langsung ke Pontianak
TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise disambut Waka Polresta Pontianak AKBP Veris Septiansyah saat mengunjungi unit PPA Sat Reskrim Polresta Pontianak, Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (23/3/2016) siang. 

"Mereka ini bukanlah anak-anak yang nakal, mereka hanya terpengaruh antara satu dengan yag lainnya sehingga bisa melakukan perbuatan ini," jelasnya.

Yohana menyampaikan bahwa ia dalah mama untuk anak-anak tanpa diskriminasi baik bagi pelaku maupun korban.

Anak-anak harus dilindungi oleh negara, karena mereka masih mempunyai masa depan yang panjang. Pengadilan anak tidak sama dengan pengadilan orang dewasa.

Sudah ada sistem mengatur tentang peradilan anak ini, semua aturan mengatur tentang penyelesiaan diversi-mediasi.

"UU perlindingan anak juga sudah ada, UU 35 tahun 2014 atas perubahan UU nomor 23 tahun 2002. Semua sudah diatur dan gunakanlah UU ini dalam menangani kasus anak. Jadi saya harus rangkul mereka, baik korban maupun pelaku karena saya adalah menteri yang membuat UU dan juga fokus saya adalah mencegah,"tegasnya.

Kasus AU ini terus didorong untuk diselesaikan mediasi-diversi jangan sampai naik dipengadilan. Sebab aturan sudah jelas bahwa perbuatan yang melibatkan anak dibawah umur apabila hukumannya tidak diatas tujuh tahun maka dilakukan upaya diversi-mediasi menyelesaikannya.

Baca: Deputi Kementerian PP-PA Ikut Pantau Kasus Audrey, Harapkan Tuntas Sebagaimana Mestinya

Baca: TERPOPULER - Audrey Pulang, Aksi BLACKPINK di Coachella, hingga Ustadz Abdul Somad Temui Prabowo

"Saya mencegah jangan sampai hal ini terjadi lagi dikemudian hari, saya memberikan nasehat pada anak-anak ini bahwa mereka masih punya masa depan. Mereka berjanji pada saya tidak akan melakukan hal ini dan akan fokus belajar kedepannya sehingga tercapai cita-citanya," kata Yohana.

Yohana siap memberikan perlindungan, kalau ada yang mau kuliah, terus ada yang menghambat karena masalah ini maka laporkan saja padanya. Ia akan koordinasi langsung dipusat, anak harus sekolah, kuliah dan lainnya.

"Ini sesuai UU peradilan anak, saya sudah ingatkan kejaksaan bahwa harus lakukan sesuai UU dengan mediasi dan diversi. Tidak bisa diganggu gugat, ini adalah amanah UU yang harus dilakukan diversi," pungkasnya. (Syahroni)

Penulis: Syahroni
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved