Edi Kamtono Tegaskan Siap Berikan Kemudahan Investasi Untuk Investor

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menjelaskan sebagai kota perdagangan dan jasa, tentunya pihaknya berusaha memberikan kemudahan bagi investor

Edi Kamtono Tegaskan Siap Berikan Kemudahan Investasi Untuk Investor
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Wali Kota Pontianak, Edi Kamtono 

Edi Kamtono Tegaskan Siap Berikan Kemudahan Investasi Untuk Investor

PONTIANAK - Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menjelaskan sebagai kota perdagangan dan jasa, tentunya pihaknya berusaha memberikan kemudahan bagi investor untuk melakukan investasi di Kota Pontianak.

Semakin banyak investor yang mau melakukan investasi, ia menegaskan akan terbuka lapangan kerja bagi masyarakat.

Berbagai kemudahan diberikan Pemkot Pontianak untuk mereka yang ingin berinvestasi. Mulai kemudahan perizinan hingga insentif seperti pengurangan biaya-biaya yang ada.

"Tentunya kita tudak bisa menyuruh orang begitu saja membuka lapangan kerja, lapangan kerja ini akan terbuka apabila ada investasi yang masuk. Sehingga kita selalu memberikan kemudahan bagi setiap investor yang akan masuk," ucap Edi Kamtono saat diwawancarai, Senin (14/5/4/2019).

Baca: 734 TPS Rawan di Kapuas Hulu, Ini Langkah Bawaslu

Baca: Selamatkan Perawatnya Yang di Tahan ISIS, Selandia Baru Kerahkan Pasukan Khusus

Baca: Ditanya Jemaah Soal Menolak Amanah Karena Tak Mampu, Ini Jawaban Tegas Ustadz Abdul Somad

Sektor perhotelan dan ritel memang disebutnya cukup banyak menyerap tenaga kerja, hal itu terlihat dari tumbuhnya hotel dan

"Kita memang sebagai kita jasa dan perdagangan tentu sektor hotel dan perdagangan atau ritel cukup banyak menyerap tenaga kerja, kita ketahui bersama Pontianak ini lahannya sudah terbatas sehingga mau membuat industri tidak akan bisa lagi," ucapnya.

Industri yang ada dan didorong hanyalah industri rumahan atau UMKM sehingga bisa membuka lapangan kerja.

Kemudahan juga diberikan pada pelaku usaha UMKM sehingga bisa membuka lapangan kerja dan diharapkan mampu menyerap tenaga kerja.

Kemudian, Edi menyinggung perihal penyelesaikan kasus ketenagakerjaan yang ada di Pontianak, berdasarkan data dari Dinas Penanaman Modal Tenaga Kerja dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, telah memediasi 30 kasus sengketa tenaga kerja dengan dominasi perkara ditangani tentang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Tujuan mediasi ditegaskannya untuk menyelesaikan perkara yang dihadapi tenaga kerja dan pemilik perusahaan. Ia tak ingin tentunya ada PHK, sebab dengan adanya PHK akan mempengaruhi ekonomi yang ada didaerah itu.

Edi melanjutkan, ada banyak sebab hingga mediasi terjadi. Untuk mengetahuinya, pertama-tama pendalaman kasus dilakukan oleh pihaknya dengan melihat siapa yang salah dalam perkara ini.

"Kejadian pemecatan karena omzet perusahaan menurun hingga membuat perusahaan melakukan pengurangan karyawan sampai kesalahan karyawan hingga perusahaan melakukan PHK," katanya.

Tentunya, ingin dia persoalan antara pekerja dan perusahaan mesti bisa diselesaikan dengan mediasi. Upayanya melalui musyarawah dengan putusan tidak memberatkan satu pihak. (*)

Penulis: Syahroni
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved