Ketua MUI Sekadau Minta Komitmen Pemuka Agama Jaga Pemilu Damai

"Baik kristen, katolik maupun muslim sepakat untuk mendirikan negara Republik Indonesia dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945," ujar Sunari.

Ketua MUI Sekadau Minta Komitmen Pemuka Agama Jaga Pemilu Damai
KOLASE/TRIBUNPONTIANAK.CO.ID
CARA Mudah Mencoblos Dalam Pemilu 2019, Cek Nama Kamu di DPT Via Online dan Kenali 5 Surat Suara. 

Ketua MUI Sekadau Minta Komitmen Pemuka Agama Jaga Pemilu Damai

SEKADAU - Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sekadau, Sunari ikut serta pada pelaksaan Focus Group Discussion (FGD), di Hotel Vinca Borneo, Sabtu, (13/4). Ia mengajak semua pihak untuk menjaga kebersamaan, terlebih ia menilai negara ini didirikan berdasarkan kesepakatan dari tokoh masyarakat dari seluruh agama yang ada.

"Baik kristen, katolik maupun muslim sepakat untuk mendirikan negara Republik Indonesia dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945," ujar Sunari.

Baca: Masa Tenang Pemilu 2019, Ini Hal-hal yang Tidak Boleh Dilanggar Sesuai Imbauan Bawaslu RI & KPU RI

Baca: Ini Sanksi Tegas Bagi Peserta dan Tim Kampanye Jika Langgar Ketentuan Masa Tenang Pemilu 2019

Karena itu ia berharap masyarakat menjaga komitmen tersebut, tentu dengan demikian ia berharap, Indonesia tetap dalam keadaan aman, tentram dan damai agar masyarakat bisa melaksanakan kegiatan serta aktivitasnya seperti baisa.

"Tidak ada hal-hal yang dapat mempengaruhi kegiatan masyarakat, begitupula pilpres dan pileg merupakan kegiatan yang sudah berjalan dari tahun ketahun," katanya.

Baca: Ada Berapa Surat Suara di Pemilu 2019? Ini Contoh Surat Suara Pilpres, DPR, DPD dan DPRD

Baca: Cegah Potensi Kampanye saat Masa Tenang Pemilu 2019, Bawaslu RI Surati Sembilan Platform Medsos

Sehingga, menurutnya perhelatan pemilu merupakan hal biasa dan diharapkan olehhya hal tersebut tidak dibesar-besarkan hingga dijadikan provokasi kepada masyarakat. Ia mengatakan, untuk itu sudah selayaknya informasi yang disampaikan kepada masyarakat merupakan informasi yang baik dan menghindari hoax yang dapat menimbulkan ketidakpastian kepada masyarakat.

"Maka tugas tokoh-tokoh agama lewat media dakwahnya masing-masing, dengan demikian mudah-mudahan adanya komitmen bersama ini, Indonesia dalam keadaan baik dan tidak menjadi negara yang terpecah belah," tuturnya. (ian)

Penulis: Try Juliansyah
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved