Dewasa Berdemokrasi, Ketua Forum Bela Negara Dorong Pendidikan Bela Negara

Totas Mrg, S.H mendorong agar ditinggikannya itensitas pendidikan bela megara kepada masyarakat terlebih mencegah perpecahan

Dewasa Berdemokrasi, Ketua Forum Bela Negara Dorong Pendidikan Bela Negara
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Ketua Forum Bela Negara (FBN) Kota Pontianak, Totas Mrg, S.H . 

Dewasa Berdemokrasi, Ketua Forum Bela Negara Dorong Pendidikan Bela Negara 

PONTIANAK - Ketua Forum Bela Negara (FBN) Kota Pontianak, Totas Mrg, S.H mendorong agar ditinggikannya itensitas pendidikan bela megara kepada masyarakat terlebih mencegah perpecahan di Pemilu 2019.

"Kondisi saat ini memang agak rawan, karena Pemilu kali ini beda dari Pemilu sebelumnya, terutama pada Pemilihan Presiden (Pilpres). Kelihatannya memang sudah nampak berbelah, antara satu pihak dengan pihak yang lain, dan ancaman untuk keamanan pun sangat rentan," ungkapnya belum lama ini.

Totas menambahkan, sebagai masyarakat harus saling mendukung, saling bekerjasama, untuk tidak terprovokasi, minimal pada upaya mengantisipasi timbulnya hal-hal yang kurang baik.

Langkah antisipasi, kata dia, yakni dengan mencegah secara dini, bertemu dan berkoordinasi dengan tokoh-tokoh masyarakat, serta bersama-sama menciptakan rasa aman, yang terlebih dahulu bisa dimulai dari lingkungan keluarga kita sendiri.

Baca: Pidato Perdana Bupati Erloina dan Wakil Bupati Muhammad Pagi Dihadapan Ribuan Warga Mempawah

Baca: Tangkap Tersangka Judi Kolok-kolok di Tanjung Pulau, Ini Orangnya

Baca: Catat Waktunya, Ini Jadwal Penertiban Alat Peraga Kampanye di Landak

"Itu pasti ada, riak-riaknya ada, tinggal sejauh mana kita untuk membentengi hal itu, agar tidak berkembang dan membesar. Sekali lagi, riak-riak ancaman itu pasti selalu ada, baik ancaman ideologi maupun ancaman lainnya," tegasnya.

Totas menambahkan, masyarakat harus percaya kepada aparat keamanan, Polisi, TNI, serta struktur masyarakat lainnya, dalam mengantisipasi ancaman-ancaman yang ada, terutama pada melindungi Ideologi Negara dan Pancasila.

"Untuk Bela Negara, kegiatan selama ini yang telah kita lakukan, diantaranya dengan melakukan diskusi, pelatihan-pelatihan tentang kesadaran berbangsa dan bernegara, baik di kalangan siswa ataupun mahasiswa, aktivis dan masyarakat umum, dengan tujuan mengingatkan akan pentingnya Bela Negara, serta memberikan pemahaman-pemahaman yang benar dan pembekalan-pembekalan secara dini, terkait bagaimana cara menangkal hal-hal ancaman yang akan timbul di kemudian hari," tuturnya

Totas mengatakan, sosialisasi Bela Negara yang dilakukan di beberapa sekolah adalah untuk memberikan wawasan kebangsaan dan cinta tanah air secara dini bagi generasi penerus bangsa.

Selain itu juga untuk memberikan pemahaman-pemahaman Bela Negara sejak dini di lingkungan sekitar, baik di lingkungan keluarga, teman-teman, rekan kerja, lingkungan tempat tinggal maupun peserta didik di sekolah.

"Jika diperlukan, Pemerintah dapat kita dorong bersama instansi terkait di bidang pendidikan, untuk memberikan pelajaran khusus tentang Bela Negara," tukasnya.

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved