Bupati Karolin Ajak Kaum Millenial Tidak Golput

Menurut Karolin kaum millenial merupakan generasi yang saat ini diincar suaranya bagi para kandidat Pemilu mengingat jumlahnya banyak

Bupati Karolin Ajak Kaum Millenial Tidak Golput
TRIBUNPONTIANAK/Alfon Pardosi
Bupati Landak saat menjadi narasumber dalam acara seminar 

Bupati Karolin Ajak Kaum Millenial Tidak Golput

LANDAK - Bupati Landak dr Karolin Margret Natasa mengajak para kaum milenial untuk tidak golput dan menggunakan hak suaranya dalam Pemilu pada 17 April 2019.

Hal itu disampaikan Karolin sebagai narasumber di acara Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) di Hotel Garuda Jalan Pahlawan Pontianak pada Jumat (12/4/2019) kemarin.

Acara seminar dihadiri oleh ratusan kaum millenial yang sabagian besar dari pelajar dan mahasiswa yang ada di Pontianak.

Baca: Hadiri Musrenbang Tingkat Provinsi, Karolin Ingin Selaraskan Program Pembangunan Pemkab Landak

Baca: Bupati Karolin Berharap Pemda Tidak Dipersulit Dapatkan Dana Insentif Daerah

Dalam seminar yang mengusung tema Peran Kaum Millenial Dalam Menyukseskan Pemilihan Umum yang Jujur, Damai, dan Sejuk itu, Karolin mengimbau kepada kaum millenial yang hadir untuk berkontribusi mensukseskan Pemilu tahun 2019 dengan tidak golput.

"Kalian kaum millenial merupakan elemen bangsa yang sangat penting untuk menentukan nasib bangsa dan negara ini kedepan, jadi jangan sampai golput," imbau Karolin.

Menurut Karolin kaum millenial merupakan generasi yang saat ini diincar suaranya bagi para kandidat Pemilu mengingat jumlah pemilih generasi Millenial yang banyak.

Bupati Landak Karolin Margret Natasa
Bupati Landak Karolin Margret Natasa (TRIBUNPONTIANAK/Alfon Pardosi)

"Memang kaum millenial termasuk pemilih pemula dan jumlahnya cukup banyak sehingga menjadi perebutan siapapun kandidat Capres maupun Cawapres dan juga perebutan dari partai politik," Karolin.

Saat ini Partai politik telah melakukan berbagai cara untuk melakukan pendekatan kepada kaum millenial. Mulai dari Jargon, menciptakan iklan, mencoba pendekatan melalui media sosial dan sebagainya.

Baca: Seminar Nasional PMKRI, Dorong Millenial Aktif di Tahun Politik

Baca: Jelang Pemilu 17 April 2019, PMKRI Deklarasikan #Kita Indonesia

Menurut Karolin hal ini perlu dilakukan untuk menarik minat kaum millenial yang dianggap cuek terhadap dunia politik agar sadar pentingnya Pemilu bagi bangsa dan Negara.

"Kita ketahui kaum millenial ini jumlahnya yg cukup besar tapi selama ini mereka juga dianggap cuek terhadap dunia politik sehingga perlu dilakukan berbagai pendekatan agar mereka tau pentingnya Pemilu," jelas Karolin.

Karolin mengungkapkan saat ini yang paling penting adalah bagaimana menyadarkan kaum millenial untuk peduli dengan kemajuan bangsa dan negara ini dengan berkontribusi mensukseskan Pemilu.

"Tantangan kita hari ini adalah agar kaum millenial memiliki kepedulian dalam bidang politik dan juga mau untuk memberikan suaranya ke TPS dan tidak golput," pungkasnya. (alf)

Penulis: Alfon Pardosi
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved