Piala Presiden

The Jak Mania Jadi Suporter Terbaik Piala Presiden 2019

Ide terbentuknya The Jakmania muncul dari Diza Rasyid Ali,manager Persija saat itu. Ide ini mendapat dukungan penuh dari Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso

The Jak Mania Jadi Suporter Terbaik Piala Presiden 2019
Siaran langsung streaming Indosiar
The Jak Mania memperoleh penghargaan sebagai suporter terbaik Piala Presiden 2019. Pengumuman penghargaan disampaikan usai Leg Kedua Babak Final Piala Presiden 2019 di Stadion Kanjuruhan Malang, Jumat (12/04/2017) malam WIB. 

VIJ menganti nama menjadi Persija dan bergabung dengan Voetbalbond Batavia en Omstreken (VBO) seiring itu berdirilah kelompok suporter (PFC) Persija Fans Club.

Namun, keanggotaannya terbatas pada keluarga pemain dan pengurus Persija serta artis-artis ibukota Jakarta.

Melihat sedikitnya suporter Persija serta ditambah ketidak jelasnya kelompok PFC saat itu dan muncullah gagasan ide untuk membentuk suporter pada tahun 1997 dan bernama The Jakarta Mania (Jakmania).

Baca: Top Skor Piala Presiden 2019, Manuchekhr Dzhalilov & Bruno Matos Berbagi Sepatu Emas

Baca: HASIL Akhir Arema Vs Persebaya Piala Presiden 2019, Singo Edan Ulang Sukses 2017

Ide terbentuknya The Jakmania muncul dari Diza Rasyid Ali, manager Persija saat itu. Ide ini mendapat dukungan penuh dari Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso.

Sebagai pembina Persija, Sutiyoso memang sangat menyukai sepak bola. Ia ingin sekali membangkitkan kembali persepak bolaan Jakarta yang telah lama hilang baik itu tim maupun pendukung.

Pada awalnya, anggota The Jakmania yang masih berstatus komunitas hanya sekitar 100 orang, dengan pengurus sebanyak 40 orang.

Ketika dibentuk, dipilihlah figur yang dikenal di mata masyarakat, yaitu William Nainggolan yang merupakan sosok paling ideal pada saat itu.

Meski dari kalangan selebritis, Gugun tidak ingin diberlakukan berlebihan. Ia ingin merasa sama dengan yang lain.

Pengurus The Jakmania waktu itu akhirnya membuat lambang sebuah tangan dengan jari berbentuk huruf J.

Ide ini berasal dari Edi Supatmo, yang waktu itu menjadi Humas Persija. Hingga sekarang, lambang itu masih dipertahankan dan selalu diperagakan sebagai simbol jati diri Jakmania.

Halaman
123
Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Rizky Prabowo Rahino
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved