Kapolda Pastikan Semua TPS Aman, Masyarakat Tak Perlu Takut Salurkan Hak Politik 17 April Nanti

Pihaknya menjamin semua TPS aman, supaya hak demokrasi politik warga tersalurkan.

Kapolda Pastikan Semua TPS Aman, Masyarakat Tak Perlu Takut Salurkan Hak Politik 17 April Nanti
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SYAHRONI
Kapolda Kalbar, Didi Haryono berbincang dengan satu di antara personel yang bertugas sebagai supir rantis 

Kapolda Pastikan Semua TPS Aman, Masyarakat Tak Perlu Takut Salurkan Hak Politik 17 April Nanti

PONTIANAK -  Sebanyak 12.776 personel telah disiapkan  pihak Polda Kalbar  dan Pangdam XII Tanjungpura untuk mengamankan pelaksanaan pesta demokrasi yaitu pemilihan Presiden dan Legislatif 2019.

Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono menyampaikan pihaknya  melaksanakan apel konsolidasi persiapan akhir pengamanan pemilu 2019.

Dalam apel tersebut sudah dilakukan pengecekan baik personel maupun peralatan serta senjata. 

"Ini Apel Gelar Pasukan terakhir dan kita ingin memberikan momentum pada seluruh  warga Kalbar, jangan ada yang ragu dan jangan ada yang Golput nanti tanggal 17 April, mari ramai-ramai datang ke  TPS," ucap Didi Haryono, Jumat (12/4/2019).

Baca: Prabowo Menang Pilpres 2019, Hashim: PAN Dapat 7 Kursi Menteri, PKS 6, Demokrat Dalam Pertimbangan

Baca: Jelang Hari Pilpres 2019, Bawaslu Kapuas Hulu Berikan Pemahaman Terkait Siwaslu

Pihaknya menjamin semua TPS aman, supaya hak demokrasi politik warga tersalurkan.

Ia ingin menyampaikan pada seluruh personel betapa pentingnya memelihara situasi Kamtibmas  yang kondusif dan yang didambakan oleh seluruh warga Kalbar dalam mewujudkan pembangunan dan kehidupan yang semakin baik.

Pesta demokrasi ditegaskannya, tentu syarat akan dinamikanya, maka  memerlukan stabilitas Kamtibmas agar bisa berjalan aman, lancar dan sukses.

Berangkat dari karakter kerawanan Pemilu 2019, setidaknya, Didi menyebutkan ada beberapa potensi gangguan kedepannya yang harus diletahui dan dicegah.

Diantaranya adalah praktek kecurangan pemilihan yang dapat dilakukan siapa saja, baik penyelenggara, pemilih, serta pihak lainnya yang dapat memicu protes.

Baca: Ditanya Warganet Soal Pemenang Pilpres, Karni Ilyas: Saksikan ILC TVOne Malam Ini Pukul 20.00 WIB

Baca: Moeldoko Sebut Jokowi Tak Bicara Retorika saat Debat Keempat Pilpres 2019

Kemudian ancaman fisik dan non fisik terhadap keamanan calon pemilih dan upaya pihak tertentu dalam menimbulkan gangguannpada masyarakat.

"Ancaman terhadap keamanan fasilitas umum, sarana prasaranan penunjang pemilihan dan pemungutan suara maka semua personel harus mengedepan tindakan preentif dan preventif,"jelasnya.

Kemudian, Didi mengingatkan  adanya ancaman lainnya yang dapat mengganggu khususnya pada puncaknya yaitu tanggal 17 April 2019 dan harus dicegah berdasarkan pengetahuan inteligen yang ada. (syahroni)

Penulis: Syahroni
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved