21 Tahun Jadi Anggota Damkar, Begini Cerita Suka Duka Indra

Apel Besar Peringatan HUT Pemadam Kebakaran ke-100, Satpol-PP ke-69, Satlinmas ke-57, Basarnas ke-47 dan Otonomi Daerah ke-23

21 Tahun Jadi Anggota Damkar, Begini Cerita Suka Duka Indra
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/WAHIDIN
Aksi dari petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Sintang pada saat Simulasi Pemadaman Kebakaran, aksinya mulai dari penyelamatan korban hingga upaya pemadaman api dengan sejumlah mobil Damkar di Lapangan Sepakbola Makodim 1205/Sintang, Jumat (12/4/2019) pagi. 

21 Tahun Jadi Anggota Damkar, Begini Cerita Suka Duka Indra

SINTANG - Apel Besar Peringatan HUT Pemadam Kebakaran ke-100, Satpol-PP ke-69, Satlinmas ke-57, Basarnas ke-47 dan Otonomi Daerah ke-23 Tingkat Kabupaten Sintang diselenggarakan di Lapangan Makodim 1205/STG, Jumat (12/4/2019) pagi.

Satu di antara Anggota Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Sintang, Indra Suwarna sudah mengabdikan dirinya sebagai petugas Damkar sejak April 1998, dan telah diangkat menjadi PNS Pemkab Sintang Tahun 2008.

Pada momentum hari ulang tahun (HUT) Pemadam Kebakaran ke-100 yang digelar melalui Apel Besar di tingkat Kabupaten Sintang, dirinya mengaku bangga menjadi seorang petugas Damkar, menurutnya itu adalah profesi mulia.

"Karena dengan tugas saya sebagai Damkar, ada kepuasan tersendiri ketika kita berhasil melakukan penyelamatan dan membantu warga yang sedang tertimpa musibah. Jadi ini membuat saya bekerja sepenuh hati," katanya.

Baca: Jelang Pemilu 2019, Kapolres Mempawah Ajak Masyarakat Tolak Berita Hoaks

Baca: Aurel Hermansyah Dirawat di Rumah Sakit, Dua Bulan Terakhir Hidungnya Sering Berdarah

Baca: BTS Berkolaborasi dengan Ed Sheeran, Pemesanan Album Map of the Soul: Persona Pecahkan Rekor!

Selain itu, rasa persaudaraan sebagai sesama petugas pemadam kebakaran juga menurutnya selalu tertanam di hati. Sehingga tidak ada lagi keluhan ataupun kendala untuk menjadi alasan tidak melaksanakan tugas-tugas tersebut.

Sementara itu, yang menjadi keprihatinannya saat melaksanakan tugas ialah terkadang masyarakat justru menghambat tugas pemadam saat memadamkan api. Misalnya dengan berusaha merebut selang penyemprot air.

"Ada yang berusaha merebut selang dan lain sebagainya lah. Tetapi Alhamdulillah terakhir terakhir ini setelah kami aktif melakukan sosialisasi dan pemahaman kepada masyarakat, perlahan masyarakat mengerti," pungkasnya.

Penulis: Wahidin
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved