Terjaring Sidak, Rumah Makan dan Restoran Yang Gunakan LPG Subsidi Terancam Ditutup

Apabila masih kedapatan menggunakan LPG bersubsidi maka akan direkomendasikan pada Wali Kota Pontianak untuk izin usahanya dicabut

Terjaring Sidak, Rumah Makan dan Restoran Yang Gunakan LPG Subsidi Terancam Ditutup
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SYAHRONI
Lebih dari 20 tabung gas subsidi untuk masyarakat miskin ditemukan di sebuah rumah makan Jalan Panglima Aim ketika disidak Pertamina, Satpol PP dan Diskumdag Pontianak, Rabu (11/4/2019). 

Terjaring Sidak, Rumah Makan dan Restoran Yang Gunakan LPG Subsidi Terancam Ditutup

PONTIANAK - Para pelaku usaha kecil dan menengah keatas yang masih menggunakan elpiji 3 kilogram terancam usahanya akan ditutup oleh Pemkot Pontianak.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Kota Pontianak, Haryadi S Triwibowo saat diwawancarai mengenai masih adanya ditemukan rumah makan yang menggunakan LPG bersubsidi.

"Itukan untuk elpiji 3 Kg diperuntukan bagi masyarakat miskin dan pelaku usaha mikro. Sedangkan usaha kecil, menengah dan besar masih menggunakan tersebut sangat disayangkan, sebab sudah ada edaran kepada pelaku usaha,"ucap Haryadi S Triwibowo, Kamis (11/04/2019)

Baca: Mobil Pengangkut Gas LPG 3 Kg Tabrak Bangunan Ruko di Jalan Mayjend Sutoyo Ketapang

Baca: Sidak Pertamina dan Dinas Perdagangan, Masih Temukan Pengusahan Gunakan Gas Elpiji Subsidi

Terkait tempat usaha yang masih menggunakan gas bersubdsidi, Diskumdag akan memanggil mereka yang berstatus usaha kecil menengah yang masih kedapatan menggunakan.

Para pelaku usaha akan diminta membuat surat pernyataan bahwa tidak menggunakan LPG 3 Kg kedepannya.

Namun apabila masih kedapatan menggunakan LPG bersubsidi maka akan direkomendasikan pada Wali Kota Pontianak untuk izin usahanya dicabut.

Palaku usaha yang tidak taat aturan harus ditindak tegas.

Dalam waktu dekat Haryadi menegaskan akan memanggil para pelaku usaha yang tidak taat aturan.

Apabila telah dipanggil dan membuat pernyataan tidak menggunakan hak masyarakat miskin itu, maka ancamannya adalah ditutup.

Halaman
12
Penulis: Syahroni
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved