Polisi Ungkap Kronologi Kejadian Penganiayaan Audrey, Simak Keterangan Korban, Pelaku dan Saksi

Berbeda dengan korban, menurut pengakuan dari EC, satu di antara ketiga Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) bahwa yang bersangkutan memukul dua kali

Polisi Ungkap Kronologi Kejadian Penganiayaan Audrey, Simak Keterangan Korban, Pelaku dan Saksi
TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Kapolresta Pontianak, Kombes M.Anwar Nasir (dua dari kanan), bersama Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono (dua dari kiri), Kepala Kejaksaan Negeri Pontianak, Refli (kanan) dan Ketua Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Kalimantan Barat, Eka Nurhayati Ishak (berjilbab),memberikan keterangan kepada awak media dalam konferensi pers di hotel Kapuas Palace, Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (10/4/2019). Konferensi pers ini terkait kasus penganiayaan seorang siswi SMP yang dilakukan oleh sejumlah siswi SMA di Pontianak. Permasalahan ini berawal dari sindir-menyindir tentang mantan pacar pelaku, karena salah satu mantan pacar pelaku itu adalah pacar dari sepupu korban, dan juga salah satu orang tua pelaku pernah meminjam uang kepada korban sejumlah Rp.500 ribu (sudah dikembalikan), namun korban suka mengungkit-ungkit sehingga pelaku merasa tersinggung. 

Polisi Ungkap Kronologi Kejadian Penganiayaan Audrey, Simak Keterangan Korban, Pelaku dan Saksi Berikut Ini

PONTIANAK - Kapolresta Pontianak, Kombes Muhammad Anwar Nasir, kembali menyampaikan perkembangan kasus penganiayaan siswa SMP oleh sekelompok 3 siswa SMA di Kota Pontianak.

Kepada wartawan, Kombes Anwar menyampaikan kronologis kejadian berdasarkan pengakuan korban, pelaku dan saksi.

Kombes Anwar menyampaikan, berdasarkan keterangan korban melalui Berita Acara Pemeriksaan (BAP) awal, bahwa korban dijambak dari belakang oleh PC.

Baca: FOTO: Mendikbud RI Muhadjir Effendy Cek Fakta-fakta Kasus Audrey di Polresta Pontianak

Baca: Audrey Pontianak Viral, Kak Seto Ajak Masyarakat Bijak, Soroti Pihak Tertentu yang Manfaatkan Kasus

Baca: HOAKS dan FAKTA Dalam Kasus Dugaan Penganiayaan Siswi SMP Pontianak! Organ Vital & Pengakuan Audrey

Kemudian korban ditendang pada punggung bagian belakang oleh EC, lalu dibenturkan kepalanya ke aspal juga oleh EC.

Korban juga mengaku jika setelah itu, lehernya dirangkul kemudian dipukul pada kepala oleh TR.

Tidak berhenti sampai di situ, korban juga menerangkan jika kemudian dirinya disikut pada bagian perut oleh TR, lalu pada bagian organ vitalnya ditekan-tekan dari luar celana korban oleh TR.

“Kemudian ditendang oleh LL. Kemudian ditampar dengan sandal oleh LL. Ini keterangan dari korban,” ungkap Kombes Anwar.

Berbeda dengan korban, menurut pengakuan dari EC, satu di antara ketiga Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) bahwa yang bersangkutan memukul sebanyak dua kali pada jidat korban.

Kemudian EC mengaku bahwa dirinya menjambak rambut korban.

Kapolresta Pontianak, Kombes M.Anwar Nasir (tengah), bersama Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono (kiri) dan Kepala Kejaksaan Negeri Pontianak, Refli (kanan) memberikan keterangan kepada awak media dalam konferensi pers di hotel Kapuas Palace, Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (10/4/2019). Konferensi pers ini terkait kasus penganiayaan seorang siswi SMP yang dilakukan oleh sejumlah siswi SMA di Pontianak. Permasalahan ini berawal dari sindir-menyindir tentang mantan pacar pelaku, karena salah satu mantan pacar pelaku itu adalah pacar dari sepupu korban, dan juga salah satu orang tua pelaku pernah meminjam uang kepada korban sejumlah Rp.500 ribu (sudah dikembalikan), namun korban suka mengungkit-ungkit sehingga pelaku merasa tersinggung.
Kapolresta Pontianak, Kombes M.Anwar Nasir (tengah), bersama Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono (kiri) dan Kepala Kejaksaan Negeri Pontianak, Refli (kanan) memberikan keterangan kepada awak media dalam konferensi pers di hotel Kapuas Palace, Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (10/4/2019). Konferensi pers ini terkait kasus penganiayaan seorang siswi SMP yang dilakukan oleh sejumlah siswi SMA di Pontianak. Permasalahan ini berawal dari sindir-menyindir tentang mantan pacar pelaku, karena salah satu mantan pacar pelaku itu adalah pacar dari sepupu korban, dan juga salah satu orang tua pelaku pernah meminjam uang kepada korban sejumlah Rp.500 ribu (sudah dikembalikan), namun korban suka mengungkit-ungkit sehingga pelaku merasa tersinggung. (TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA)
Halaman
123
Penulis: Bella
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved