Kalbar Masuk Indeks Kerawanan Sedang, TKD BPP Maksimalkan Saksi

"Kita masing-masing partai sudah punya saksi masing-masing, Pilpres kita sesuai UU, minimal satu diperkenankan dua

Kalbar Masuk Indeks Kerawanan Sedang, TKD BPP Maksimalkan Saksi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ YOUTUBE
Jubir TKD Jokowi-Amin di Kalbar, Andrew Yuen 

Kalbar Masuk Indeks Kerawanan Sedang, TKD-BPP Maksimalkan Saksi

PONTIANAK - Di pemilu 2019, Kalbar masuk dalam Indeks Kategori Sedang. Dua tim Capres-Cawapres baik Tim Kampanye Daerah (TKD) 01 maupun Badan Pemenangan Provinsi (BPP) mengungkapkan jika pihaknya akan memaksimalkan saksi yang ada.

"Kita masing-masing partai sudah punya saksi masing-masing, Pilpres kita sesuai UU, minimal satu diperkenankan dua, sudah diberikan pelatihan dan komplit," kata Jubir TKD Jokowi-KH Ma'ruf Amin di Kalbar, Andrew Yuen, Kamis (11/04/2019).

Baca: VIDEO: Audrey Pontianak - Ria Ricis Sebut Audrey Miliki Talenta Bidang Musik

Baca: Audrey Pontianak - Ajukan Visum Ulang, Korban Pengeroyokan 12 Siswi SMA, Gandeng Tujuh Pengacara

Baca: Ditemukan Meninggal di Mobil Bekas, Seorang Pengemis Tinggalkan Uang Miliaran Rupiah

Lebih lanjut, ia pun memaklumi Pengawas TPS yang baru terpenuhi dan tida khawatir dengan kualitas PTPS.

"Alhamdulillah terpenuhikan, artinya sekarang kita mencoba untuk berharap memang Bawaslu harus memastikan PTPSnya tidak terindikasi masuk kedalam salah satu paslon dan segala macam. Belum lagi ada kerja Bawaslu untuk mengecek, mengawasi misalnya KPPS yang terindikasi. Saya juga akan secara aktif juga mencari tahu kalau ada info-info langsung foward ke Bawaslu setempat bahwa ada TPS terindikasi. Artinya kita coba memastikan pemilu ini berjalan sesuai keinginan pembuat UU, sesuai keinginan bersama maka harus kita awasi bersama," ujarnya.

Maka dari itu, Yuen pun berharap agar kemudian Pengawas TPS dapat maksimal diberikan bimtek.

"Memang dengan mepetnya waktu kita harap pembekalan segala macam bisa maksimal walaupun dengan rentang waktu yang pendek, kita juga sama-sama tau, dan Bawaslu harus bekerja keras untuk itu," katanya.

Sementara itu, Sekretaris BPP Prabowo-Sandi di Kalbar, M Rizal menerangkan jika pihak ya akan memaksimalkan menjadi dua saksi.

"Kalau Prabowo-Sandi saat ini paling tidak tiap TPS sudah menyiapkan satu saksi, memang KPU memperkenankan atau memperbolehkan setiap TPS Pilpres dua orang saksi, tapi minimal satu saksi sudah siap, diadakan pelatihan, tapi secara internal sudah dilakukan pelatihan saksi untuk Pilpres dan berharap pada waktunya nanti dua orang saksi bisa terpenuhi," terangnya.

Namun, ia mengaku jika khawatir dengan kualitas PTPS yang baru kuotanya baru terpenuhi.

"Tentu kita mengkhawatirkan bahwa Pengawas TPS yang direkrut dalam waktu yang singkat, mendadak tentu kriteria yang harusnya menjadi acuan tidak terpenuhi karena buru-buru dan mungkin asal aja, ini salah satu indikasi Bawaslu tidak siap, manajemennya kita anggap tidak mempuni untuk mengelola pengawas TPS," bebernya.

Maka dari itu, M Rizal berharap agar kedepan perekrutan PTPS dapat diperbaiki karena mempengaruhi kualitas dari pemilu.

"Ini baru kita bicara di daerah yang mudah terjangkau, normal seperti Kota Pontianak, saya dapat laporan dari kawan-kawan pengurus TPS bahwa Kota Pontianak sendiri sampai kemarin masih mencari rekrutmen Pengawas TPS, kita bisa membayangkan didaerah yang jangkauannya susah seperti pedalaman tentu problem pengawas TPS lebih berat perkotaan di Kalbar, inilah yang kita sesalkan. Seharusnya Bawaslu selaku pihak yang bertanggung jawab mengadakan pengawas TPS jauh-jauh hari sudah menyiapkan ini, kalau sampai nanti pada waktunya tidak terpenuhi tentu merupakan kesalahan yang fatal untuk pelaksanaan pemilu," tukasnya.

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved