Jenguk Audrey di Pontianak, Youtuber Ria Ricis Bawa Ini Sekoper untuk Audrey, Ternyata Isinya?

Jenguk Audry di Pontianak, Youtuber Ria Ricis Bawa Ini Sekoper, Ternyata Isinya?

Penulis: Mirna Tribun | Editor: Mirna Tribun
KOLASE TRIBUNPONTIANAK.CO.ID
Jenguk Audrey di Pontianak, Youtuber Ria Ricis Bawa Ini Sekoper, Ternyata Isinya? 

Jenguk Audrey di Pontianak, Youtuber Ria Ricis Bawa Ini Sekoper, Ternyata Isinya?

Sejumlah artis turut prihatian atas kasus yang menimpa Audrey Siswi SMP yang dibully dan dikeroyok 12 siswi SMA di Pontianak.

Demi menjenguk Audrey, mereka menyempatkan waktu dari jadwal padat mereka sebagai artis.

Atta Halililintar, Ifan Seventeen dan Miss Indonesia Kalimantan Barat, Beisca di antara artis yang telah menjenguk Audrey.

Youtuber Ria Ricis menambah daftar artis peduli yang telah menjenguk Audrey

Hari ini Kamis (11/4/2019), Ria Ricis bersama timnya datang menjenguk Audrey di Rumah Sakit ProMedika Kota Pontianak.

Sebelum jenguk Audrey ke Pontianak, Ria Ricis membuat vlog persiapannya packing banyak mainan. 

Awalnya dia tak ingin membuat vlog tersebut namun karena banyak permintaan, akhirnya Ria Ricis pun membuat vlog sebelum menjenguk Audrey.

Terlihat di vlog-nya, Ria Ricis sibuk memilih mainan yang akan diberikan untuk Audrey.

Baca: Demi Jenguk Siswi SMP Pontianak Korban Bully 12 Siswa SMA, Atta Halilintar Batalkan Jadwal Acaranya

Baca: Tak Hanya Audrey, Ketua KPPAD Kalbar Jadi Sorotan Gara-gara Pernyataannya Dituding Bela Pelaku

Baca: Hotman Paris: Jika Benar Alat Vital Audrey Ditusuk, Pelaku Terancam 5 Tahun Penjara

Satu persatu barang dimasukkan di dalam koper.

Tak hanya mainan (LOL dan Skuisi), Ria Ricis juga memberikan banyak jilbab untuk Audrey.

Saat tiba di Pontianak, Ria Ricis langsung memberikan mainan-mainan itu ke Audrey.

Tak hanya bercengkerama, Ria Ricis juga sempat menyuapi Audrey

Ricis sangat senang melihat perkembangan Audrey ketika dirinya datang.

Hal itu diketahui dari postingan Ricis beberapa jam lalu setelah menjenguk Audrey

"Audrey sayang.

Kata ortunya sblm ricis dtg, dia gamau mamam dan diem terus.

tp stlah ak dtg ternyata anaknya ceria banget dan dia menyambut ricis dengan sangat bahagia.

yang tadinya gamau makan, habis sepiring hasil suapan ricis. nyanyi bareng dan dia genggam tangan aku sangat kencang.

dengan mata yg berbinar dia bilang "aku mau jadi yutuber kayak kk ricis dan main ke rumah kak ricis main trampolin".

ya Allah aku ga bs tahan air mata. audrey udah janji mau cepet sembuh karena kalau sembuh lgsg aku siapin semua utk ke rumah ricis...

aku ga peduli omongan netijen, yang aku peduliin adalah kebahagiaan Audrey saat ini.

aku ga peduli nyinyiran orang lain, yg aku peduliin adalah dia mau makan dan tadi kita nyanyi bareng dan dia bs ngelawak semua sayang Audrey, semua cinta audrey .

semua butuh audrey sehat!!! we love youuu @niggaaarey perjuangan ricis bikin audrey ketawa ga sia2!!

wlaupun banyak rintangan. pesan buat semua, selagi niatmu baik, pasti banyak rintangan. lewatkan! jgn kalah! fokus pada tujuanmu! Allah is always with us!" tulis caption Ria Ricis di instagram pribadinya. 

Siswi SMP Pontianak, Audrey (14) adalah korban pengeroyokan siswi SMA di dua tempat berbeda.

Akibat pengeroyokan itu, Au harus mendapat perawatan intensif di rumah sakit. 

Pengeroyakan terhadap Au, bermula saat korban dijemput satu di antara oknum di kediaman kakeknya.

Oknum terduga pelaku yang merupakan siswi pelajar SMA ini meminta korban mempertemukan dengan kakak sepupunya, P dengan alasan ada yang ingin dibicarakan.

Au yang tidak mengenal para oknum menyanggupi hal itu dan menemui P bersama oknum terduga pelaku.

Setelah bertemu P, oknum yang menjemput ternyata tak sendiri.

Baca: Fakta Siswi SMP Pontianak Dikeroyok 12 Siswa SMA: Kepala Dibenturkan ke Aspal hingga 3 Aktor Utama

Ada empat orang lain yang kemudian membawa Au dan P ke tempat sepi di Jalan Sulawesi.

Kakak sepupu korban kemudian terlibat baku hantam dengan oknum berinisial D.

Sementara tiga teman D melakukan kekerasan terhadap Audrey.

Korban dibully, rambutnya dijambak dan disiram menggunakan air.

Bahkan kepala korban dibenturkan ke aspal, dan perut korban diinjak.

Ada tiga oknum yang diduga melakukan kontak fisik dengan korban Audrey.

Sementara itu, ada sembilan siswi lain yang menyaksikan kejadian tersebut, sambil tertawa, tanpa berupaya menolong korban.

Korban dianiaya di dua lokasi, selain di Jalan Sulawesi dan di Taman Akcaya.

Setelah melakukan penganiayaan, pelaku meninggalkan korban begitu saja.

Baca: Siswi SMP Pontianak Korban Pengeroyokan 12 Siswi SMA Dapat Ancaman dari Pelaku

Sebelum meninggalkan korban, pelaku sempat menyampaikan ancaman agar apa yang dialami korban tak mengadukan apa yang dialami.

"Ada ancaman pelaku bahwa kalau sampai mengadu ke orangtuanya, akan mendapatkan perlakuan lebih parah lagi," kata Wakil Ketua KPPAD, Tumbur Manalu.

Menurut Tumbur, persoalan awalnya dipicu masalah cowok.

Menurut informasi yang diperoleh pihaknya, mantan pacar kakak sepupu korban ini sekarang pacaran dengan oknum pelaku penganiayaan ini.

Mereka ribut di media sosial, saling komentar sehingga pelaku menjemput korban karena kesal terhadap komentar itu.

Akibat penganiayaan yang dialaminya, korban mengalami muntah.

Bahkan saat ini korban bahkan dirawat di rumah sakit dan sudah dilakukan rontgen tengkorak kepala dan dada.

Penganiayaan yang dilakukan pelaku juga membuat korban mengalami trauma.

Menurut keterangan keluarga korban, Audrey sering mengigau seolah-olah masih dalam penganiayaan.

Pihak keluarga menyerahkan sepenuhnya permasalahan ini ke jalur hukum, untuk memberikan efek jera bagi para pelaku.

Keluarga korban juga menolak upaya mediasi yang ingin dilakukan oleh siapapun.

Kanit PPA Polresta Pontianak, Iptu Inayatun Nurhasanah mengatakan, pihaknya baru saja menerima limpahan berkas dari Polsek Pontianak Selatan.

"Kita baru saja mendapatkan limpahan berkasnya," ucap Nurhasah saat diwawancarai, Senin (8/4/2019).

Inayatun Nurhasanah menyampaikan, pihaknya akan memanggil orangtua korban. 

Sementara itu, Ketua KPPAD Kalbar, Eka Nurhayati Ishak menyatakan akan mencari jalan tengah terhadap penyelesaian kasus tersebut.

Mengingat baik korban maupun pelaku sama-sama masih dibawah umur.

Eka menjelaskan pihaknya menerima pengaduan pada 5 April, sekira pukul 13.00 WIB, di mana korban didampingi oleh ibunya menyampaikan bahwa korban menerima kekerasan fisik yang menyebabkan anaknya menjadi trauma fsikis.

"Si korban ditendang, dipukul, diseret sampai kepalanya dibenturkan di aspal dan ada pengakuan bahwa perbuatan pelaku juga pada bagian vital korban," ucap Eka.

Akibat perlakuan brutal dari para pelajar yang berasal dari berbagai sekolah itu, Eka menjelaskan korban mengalami muntah kuning dan saat ini opname dirawat di salah satu rumah sakit swasta Kota Pontianak.

"Menurut pengakuan korban, pelaku utama itu ada tiga NE, TP, dan NZ dan sembilan lainnya hanya ikut-ikutan saja. Ini semua anak SMA di Kota Pontianak . Sedangkan korban inisial AU, usia 14 tahun siswi SMP negeri di Kota Pontianak," jelasnya.

KPPAD juga melakukan kordinasi dengan pihak sekolah, setidaknya pelaku pengeroyokan berasal dari tiga sekolah berbeda. Eka berharap penanganan persoalan ini jangan sampai merugikan satu pihak, karena korban maupun pelaku masih di bawah umur.

"Kami berusaha semaksimal mungkin, agar kasus ini jangan sampai ke ranah pengadilan. Anak-anak ini masih di bawah umur, sama sama memperoleh hak yang sama yaitu berhak di lindungi oleh UU Nomor 35 Tahun 2014," tegasnya.

KPPAD akan memberikan pendampingan untuk korban, pendampingan yang diberikan berupa hipnoprana terapis dan akan menyusul fisikologklinis untuk pendampingan traumahiling-nya.

KPPAD juga memberikan pendampingan yang sama terhadap pelaku termasuk jangan sampai dikeluarkan dari sekolah.

Sebab mereka mempunyai hak terhadap pendidikan mereka. (*) 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved