Breaking News:

Audrey Pontianak - Tanggapi Kasus Penganiayaan AU, Ketua Umum Perahu Edukasi Ketapang Angkat Bicara

Kembali dunia pendidikan Indonesia tercoreng akibat baru-baru ini masyarakat Kalimantan Barat terkhusus Kota Pontianak dihebohkan

Penulis: Ramadhan | Editor: Madrosid
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Ketua Umum Komunitas Relawan Peduli Pendidikan “Perahu Edukasi” Ketapang, Fachrur Rizal.  

Audrey Pontianak - Tanggapi Kasus Penganiayaan AU, Ketua Umum Perahu Edukasi Ketapang Angkat Bicara

KETAPANG - Kembali dunia pendidikan Indonesia tercoreng akibat baru-baru ini masyarakat Kalimantan Barat terkhusus Kota Pontianak dihebohkan dengan kejadian tak manusiawi dan tak bermoral.

Kejadian yang menimpa anak perempuan di bawah umur yang sekolah di salah satu SMP di Kota Pontianak itu, AU (14) di bully oleh 12 orang siswa SMA dan dianiaya dengan tidak manusiawi bahkan tak bermoral.

Kejadian ini sontak menjadi trending hangat dan viral di media elektronik dan sosial bahkan mendapatkan kecaman keras dari berbagai kalangan termasuk pemerintah serta berbagai tokoh agama dan masyarakat terhadap perlakukan 12 orang siswi yang ternyata semua pelakunya adalah perempuan itu.

Bahkan di media sosial para netizen membuat gempar dengan berkomitmen bersama-sama untuk melakukan penandatanganan petisi untuk aksi atas kepedulian warga netizen terhadap kasus AU ini.

Baca: Jokowi: Tindak Penganiaya Siswi Pontianak

Baca: Tenaga Baru Pontianak Gelar Latihan Perdana Jelang Play Off Srikandi Cup

Baca: Saksi Partai di Kubu Raya Diberikan Bimtek, Panwascam Tegaskan Hal Ini

Simpati dan belasungkawa datang langsung dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo melalui akun media sosialnya (Fb: Joko Widodo).

Ia mengatakan atas nama pemerintahan republik Indonesia mengucapkan belasungkawa yang mendalam kepada anak kita AU siswi SMP di Pontianak-Kalimantan Barat, semoga segera pulih dari kondisi traumanya sehingga dapat beraktivitas belajar kembali di bangku sekolahnya.

Ia berpesan juga kepada pemerintah dan terkhusus aparat hukum untuk segera mengambil langkah-langkah cepat dalam menuntaskan dan memproses kasus ini dengan aturan-aturan hukum yang ada menimbang ke-12 pelaku ini juga masih menyandang sebagai siswi SMA dan di bawah umur.

Walau demikian, Ia berharap proses hukum tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Belasungkawa selanjutnya datang langsung dari Pengacara kondang ternama Hotman Paris, sontak ketika kasus ini viral diberbagai media Ia langsung merespon cepat dan berusaha untuk mencari nomor kontak orangtua dari AU tersebut. Ia juga berniat akan mengawal kasus dan proses hukum ini dengan serius.

Tak cukup sampai disitu, atas kejadian ini Tokoh Pemuda Kabupaten Ketapang Fachrur Rizal yang merupakan Ketua Umum Komunitas Relawan Peduli Pendidikan “Perahu Edukasi” Ketapang dan Koordinator Perkumpulan Gerakan Kebangsaan Ketapang menghaturkan belasungkawa sedalam-dalamnya atas kejadian yang menimpa AU ini.

"Semoga adik kita, AU segera sehat dan pulih dari sikap traumanya. Harapannya, semoga tidak ada lagi Audrey lainnya yang mendapatkan kejadian serupa ini," Ujar Fachrur Rizal, berdasarkan Rilis yang diterima Tribun, Kamis (11/4/2019)

Selain itu, Fachrur Rizal yang kebetulan sebagai Akademisi di Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Haudl Ketapang itu juga mengecam keras atas perlakuan amoral ini terhadap AU.

Ia berharap kepada aparat penegak hukum agar terus mengawal dan memproses sesuai undang-undang uang berlaku.

"Jangan sampai kasus ini berlarut-larut tanpa adanya ketegasan dan kepastian hukum, sebab jika diabaikan bahkan sampai berlarut maka akan  mendatangkan efek-efek negatif dan kejadian yang tidak diinginkan dari masyarakat yang sudah terlanjur kecewa dan mengecam keras atas kejadian ini," tegasnya.

Dari kasus ini, Ia juga menyampaikan kepada pemerintah, aparat penegak hukum, Guru/pendidik, Masyarakat dan khususnya orangtua/wali siswa harus memberikan perhatian dan kepedulian yang lebih lagi terhadap perkembangan diri dan moral seorang anak, dengan terus menggalakkan nilai-nilai akhlak dan Budi pekerti di setiap proses pembelajarannya.

"Kita tidak ingin generasi muda emas bangsa Indonesia ini cerdas secara intelektual kognitif saja, tetapi kita juga sangat berharap agar kecerdasan intelektual kognitif dan tingginya jenjang pendidikan yang diraih mesti harus juga dibentengi dengan kecerdasan emosional (akhlak/moral) dan kecerdasan spiritual yang dapat membentuk diri seorang anak yang tak hanya punya pendidikan kekayaan intelektual yang tinggi, tapi juga mempunyai akhlak yang baik kepada siapapun dan dimanapun. Agar generasi muda emas bangsa Indonesia ini menjadi generasi yang berpendidikan juga bermoral," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved