VIDEO: Terduga Pelaku Penganiayaan Audrey Trauma Berat, Tak Makan 4 Hari Hingga Menangis Kurung Diri

Ketua KPPAD Kalbar, Eka Nurhayati mengungkap bahwa para terduga pelaku mengalami trauma berat akibat ancaman dari orang-orang tak bertanggung jawab.

VIDEO:  Akibat Sanksi Sosial, Terduga Pelaku Penganiayaan Audrey Trauma Berat, Tidak Makan Empat Hari Hingga Menangis Mengurung Diri

PONTIANAK - Sejumlah keluarga dan para pelaku penganiayaan terhadap seorang siswi SMP di Pontianak, Au, mendatangi Kantor KPPAD Kalimantan Barat guna meminta perlindungan terhadap anak-anak yang menjadi terduga pelaku penganiayaan, Rabu (10/5/2019) pagi.

Kedatangan mereka diungkapkan oleh Ketua KPPAD Kalbar, Eka Nurhayati Ishak bahwa para terduga pelaku tersebut mengalami trauma berat akibat ancaman dari orang-orang tak bertanggung jawab.

"Sekarang bukan hanya korban yang trauma luar biasa bahkan pelaku juga, ini saja ada yang tidak makan sampai empat hari, ada yang menangis dan mengurung diri di kamar, ini adalah reaksi dari sanksi sosial yang mereka terima sangat luar biasa," tuturnya.

Baca: Akhirnya Presiden Jokowi Angkat Bicara, Perintahkan Kepala Kepolisian RI Usut Kasus Audrey

Baca: Antisipasi Peristiwa Audrey Berulang, Disdik Panggil Kasek se Kalbar Perketat Pengawasan di Sekolah

Baca: H Raden Hidayatullah Kusuma Dilaga Akan Laporkan Akun yang Fitnah Dirinya

Eka menjelaskan bahwa pendampingan kepada pelaku maupun korban polanya yaitu trauma healing.

"Kami sudah berkoodinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPA) Kalbar, bekerjasama dengan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Kalbar, untuk 12 anak ini kita berikan trauma healing dari psikolog," paparnya.

Usai berunding di KPPAD Kalbar, para pelaku dan keluarganya pergi ke Polresta Pontianak Kota untuk memberikan keterangan. (Yak)

Penulis: Ya'M Nurul Anshory
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved