Indonesia Lawyers Club

VIDEO ILC TVOne Debat Sengit Ustaz Haikal Hassan Vs Razman Arif, Karni Ilyas Berupaya Menenangkan

Awalnya, Ustaz Haikal Hassan memberikan bantahan terhadap pernyataan dari Razman Arif Nasution.

VIDEO ILC TVOne Debat Sengit Ustaz Haikal Hassan Vs Razman Arif, Karni Ilyas Berupaya Menenangkan
Youtube
Anggota Presidium Alumni (PA) 212, Ustaz Haikal Hassan terlibat debat sengit dengan Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Amin Razman Arif saat ILC bertema "El Clasico Jokowi VS Prabowo: Siapa Pemenangnya?", Selasa (09/04/2019) malam WIB. 

Effendi Gazali mengatakan pengambilan istilah El Clasico dalam tema ILC malam ini merupakan judul luar biasa.

Jika berkaca dari hasil survei, maka hasil survei bisa jadi indikator penentuan pemenang Pilpres 2019. 

Namun, catatannya jika survey berjalan sebagaimana biasanya dan sebagaimana adanya.

"Dengan jumlah survei yang besar menyatakan pasangan 01 yang akan menang. Dan sangat sedikit, seperti terkesan tidak terkenal lembaga yang menyatakan 02 menang. Kalau semua normal-normal saja, ya 01 yang menang," terang Effendi Gazali. 

Baca: Streaming ILC TVOne, Warganet Sebut Rocky Gerung, Adian Napitupulu, Budiman Sudjatmiko & Fadli Zon ?

Baca: Merasa Disudutkan, KPPAD Kalbar Laporkan Akun Twitter Ziana Fazura

Untuk hasil lembaga-lembaga survei hari ini, Effendi Gazali mencoba melihat dari sudut pandang dengan memparalelkannya dengan false truth Alan Sokal yang dilakukan dengan memasukkan tulisan pada jurnal terkenal Social Text.

Alen Sokal melakuan tes memasukkan sebuah tulisan dengan dua pendekatan. Pertama, kelihatan isinya bagus. Kedua, memuji-muji dengan menggunakan posisi ideologis dari editornya apakah diterima atau tidak.

"Ternyata diterima. Baru kemudian dia (Alan Sokal_red) buat tulisan lain bahwa semua yang saya tulis itu bohong. Semua itu hoaks," jelasnya. 

Effendi Ghazali mencontohkan ketidakpercayaan hasil lembaga surevi pernah terjadi di Amerika Serikat. Menurut dia, kita tidak mesti berpegang kepada lembaga survei terkenal, tapi lembaga survei kecilpun bisa akurat kalau mampu menangkap apa yang sedang ada dalam masyarakat. 

"Misal DKI Jakarta. Lembaga-lembaga survei pada Pilkada mengatakan hasilnya berada dalam margin of error, ternyata kemudian Anies Baswedan itu menang dengan selisih 15,9 persen," timpal dia. 

Contoh lain Pilkada Jawa Tengah, ada lembaga survei memberikan Sultan Said dan Ida hanya 13 persen, namun hasilnya mencapai 41,22 persen. 

"Di Jawa Barat, ada yang memberikan Sudrajat Said itu 8 persen, tapi hasil akhirnya 28,74 persen," tutur dia. 

Effendi Gazali melihat fenomena Pilpres 2019 kali ini hampir sama dengan di Amerika Serikat. 

"Dikatakan agak gampang membenci Trump atau it's hard to like Hillary Clinton," tandasnya. 

Berikut cuplikan video Pengamat Politik dan Pakar Komunikasi, Effendi Gazali saat ILC, Selasa (09/04/2019) malam :

Indonesia Lawyers Club (ILC) adalah acara diskusi di stasiun televisi swasta TVOne setiap hari Selasa mulai pukul 20.00 WIB. 

Lebih dekat dengan kami, follow akun Instagram (IG) Tribun Pontianak :

Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Rizky Prabowo Rahino
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved