Tanggapi Kasus Penganiayaan Siswi SMP di Pontianak, Ini Pandangan Psikolog Maria Nafaola

Mereka cenderung spontan, berpikir sederhana, apa yang dirasakan, dia mau apa, bisa langsung dia lakukan tanpa pertimbangan matang

Tanggapi Kasus Penganiayaan Siswi SMP di Pontianak, Ini Pandangan Psikolog Maria Nafaola
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Kapolda Kalbar Irjen Didi Haryono saat menjenguk korban dan ibu korban di Rumah Sakit Promedika Pontianak, Jalan Gusti Sulung Lelanang, Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (10/4/2019) siang. Kapolda memastikan berdasarkan pemeriksaan kesehatan tidak ada kerusakan pada bagian vital korban seperti yang viral di media sosial. 

Tanggapi Kasus Penganiayaan Siswi SMP di Pontianak, Ini Pandangan Psikolog Maria Nafaola

PONTIANAK - Viralnya kasus pengeroyokan yang dilakukan oleh sejumlah siswi SMA terhadap seorang siswi SMP mendapat tanggapan dari beberapa Psikolog, Rabu (10/4/2019) pagi.

Satu diantaranya adalah Maria Nafaola S Psi M Psi, Psikolog RSIA Anugrah Bunda Khatulistiwa.

Ia mengatakan secara umum kejadian seperti pengeroyokan oleh anak usia sekolah tersebut disebabkan karena perkembangan perilaku remaja yang cenderung reaktif ketika ada persoalan.

"Secara umum kasus kekerasan di kalangan remaja terjadi karena karakteristik perkembangan remaja yang cenderung reaktif ketika ada persoalan," ujarnya.

"Mereka cenderung spontan, berpikir sederhana, apa yang dirasakan, dia mau apa, bisa langsung dia lakukan tanpa pertimbangan matang," imbuhnya.

Maria menjelaskan secara umum kekerasan terhadap siswi, dampaknya bisa bermacam-macam terhadap korban bisa positif maupun negatif.

Baca: FOTO: Kapolda Kalbar Jenguk Korban Pengeroyokan di RS Promedika

Baca: Gubernur Kalbar Beri Pernyataan Terhadap Pelaku Tindak Kekerasan Audrey

"Sisi positifnya dia akan mendapat dukungan moral banyak pihak karena telah menjadi korban kekerasan. Dia bisa menjadi lebih kuat, dan lebih tabah menghadapi situasi," tuturnya.

Sisi negatifnya kata dia, tentu dia akan merasa tidak nyaman bila ketika dia kembali ke lingkunganya akan menjadi bahan perbincangan.

Kapolda Kalbar Irjen Didi Haryono saat menjenguk korban dan ibu korban di Rumah Sakit Promedika Pontianak, Jalan Gusti Sulung Lelanang, Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (10/4/2019) siang. Kapolda memastikan berdasarkan pemeriksaan kesehatan tidak ada kerusakan pada bagian vital korban seperti yang viral di media sosial.
Kapolda Kalbar Irjen Didi Haryono saat menjenguk korban dan ibu korban di Rumah Sakit Promedika Pontianak, Jalan Gusti Sulung Lelanang, Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (10/4/2019) siang. Kapolda memastikan berdasarkan pemeriksaan kesehatan tidak ada kerusakan pada bagian vital korban seperti yang viral di media sosial. (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ DESTRIADI YUNAS JUMASANI)

Namun menurutnya secara umum remaja pelaku kekerasan bisa melakukan itu dilatar belakangi berbagai alasan.

Halaman
12
Penulis: Ya'M Nurul Anshory
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved