Pontianak Kota Layak Anak Tercoreng, Istri Wali Kota Sebut Pelaku Penganiayaan Juara Nyanyi

Pemerintah Kota Pontianak bersama KPPAD sudah memberikan psikiater untuk mendampingi kejiwaan korban.

Pontianak Kota Layak Anak Tercoreng, Istri Wali Kota Sebut Pelaku Penganiayaan Juara Nyanyi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ Ya'M NURUL ANSHORY
Ketua Dekranasda yang juga istri Wali Kota Pontianak, Yanieta Arbiastuti Edi Kamtono saat menyampaikan kata sambutan di UMKM center, Rabu (10/4/2019). 

Pontianak Kota Layak Anak Tercoreng, Istri Wali Kota Sebut Pelaku Penganiayaan Juara Nyanyi

PONTIANAK - Kasus penganiayaan sejumlah siswi SMA terhadap seorang siswi SMP di Pontianak telah mencoreng nama Kota Pontianak sebagai kota layak anak.

Ketua Dekranasda yang juga istri Wali Kota Pontianak, Yanieta Arbiastuti Edi Kamtono mengatakan kejadian 12 siswi SMA menganiaya seorang siswi SMP merupakan cambuk keras bagi kita semua.

"Korban diduga mengalami kekerasan pada organ intim, ini menjadi perhatian kita, yang tidak masuk akal anak sekecil itu bisa melakukan hal tersebut, padahal kita salah satu kota layak anak, ini menjadi cambuk untuk kita semua, sebab 12 siswi ini sampai membuat korban traumatis berat," tuturnya, Rabu (10/4/2019) pagi.

Baca: Kepala Imigrasi Sambas Tinjau Pelayanan Pembuatan Paspor

Baca: VIDEO: Imigrasi Tegaskan Pelayanan Paspor Tanpa Calo

"Ini harus menjadi perhatian kita dan harus melihat juga perkembangan anak-anak kita mulai dari lingkungannya, sampai gadget, tidak kita sangka anak-anak yang menyiksa korban itu cantik-cantik juara nyanyi," kata dia.

"Saya berharap kasus ini tidak terjadi lagi di Kota Pontianak, terus terang kasus ini membuat kita terhenyak, karena kita tidak menyangka siswi SMA bisa melakukan hal sadis dan brutal seperti itu," ujar Yanieta Arbiastuti Edi Kamtono

Yanieta mengatakan, Wali Kota Pontianak, Edi Kamtono bekerja sama dengan Kapolresta dan KPPAD Kalbar akan terus mengawal proses ini segera tuntas.

Yanieta mengungkapkan kondisi korban pada saat ia kesana (membesuk korban_red), korban terlihat mengalami traumatik berat karena satu melawan dua belas.

"Pemerintah Kota Pontianak bersama KPPAD sudah memberikan psikiater untuk mendampingi korban," tandas Yanieta Arbiastuti Edi Kamtono.

Penulis: Ya'M Nurul Anshory
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved