Audrey Viral, Kemensos Siap Dampingi Korban, Pembinaan Terduga Pelaku & Penelusuran ke Sekolah

Dampingan tersebut nantinya akan disesuaikan dengan hasil penelusuran tim yang sudah ditugaskan langsung untuk mengawal kasus tesebut.

Audrey Viral, Kemensos Siap Dampingi Korban, Pembinaan Terduga Pelaku & Penelusuran ke Sekolah
change.org
Dukungan Terus Mengalir, PETISI #JusticeForAudrey Menuju 3 Juta 

Audrey Viral, Kemensos Siap Dampingi Korban, Pembinaan Terduga Pelaku & Penelusuran ke Sekolah

PONTIANAK - Kementerian Sosial, melau Ditjen Rehabilitasi Sosial, siap melakukan pendampingan dan rehabilitasi terhadap korban dan terduga pelaku kekerasan anak di Pontianak, Au. 

Hal itu disampaikan oleh Plt. Ses dan Direktur Rehabilitasi Sosial Anak Kementerian Sosial, Kanya Eka Santi, saat dihubungi Tribun Pontianak, Rabu (10/4).

“Sambil menunggu korban pulih, kami berencana akan lakukan dampingan,” kata Kanya.

Dampingan tersebut nantinya akan disesuaikan dengan hasil penelusuran tim yang sudah ditugaskan langsung untuk mengawal kasus tesebut.

Baca: Klarifikasi Lengkap H Raden Hidayatullah Kusuma Dilaga, Beberkan Kondisi Terduga Penganiayaan Au

Baca: Kecam Penganiayaan Au, Forum Komunikasi Mahasiswa Singkawang: Tidak Ada Kata Damai

“Secara psikologi untuk anaknya sendiri apalagi dia masih SMP, dan secara sosial adalah dukungan agar dia mau kembali ke lingkungannya, jangan sampai takut sekolah, takut keluar, itu bahaya. Dia harus tetap menjalani kesehariannya. Itu peran kami akan kesana,”terangnya.

Ia juga menerangkan, bahwa nanti akan dilakukan terapi tertentu yang arahnya ke psikologi korban, selain itu pihaknya juga akan melakukan pendampingan secara sosial.

“Kita juga akan masuk ke keluarga dan teman-temannya, terutama lingkungan sosialnya,” ungkap Kanya.

Kasus Audrey Jadi Sorotan Dunia, Hotman Paris: Pelaku Harus Segera Ditangkap
Kasus Audrey Jadi Sorotan Dunia, Hotman Paris: Pelaku Harus Segera Ditangkap (KOLASE TRIBUNPONTIANAK.CO.ID)

Dan untuk pelaku, Kemensos juga akan melakukan pembinaan terhadap perilaku dan psikologi mereka.

“Untuk pelaku kita nunggu proses, jadi Undang-undang ini arahnya bukan pembalasan dendam, tapi pengubahan perilaku,” katanya.

Baca: Ifan Seventeen Bikin Audrey Tersenyum Lagi, Ajak Smule Bareng Jika Sudah Sembuh

Baca: Raden Hidayatullah Tegaskan Dirinya Bukan Orangtua Satu Diantara Pelaku Penganiayaan Au

Karena menurut Kanya, para pelaku butuh rehabilitasi, tentunya dengan teknik tertentu.

“Ini ada tehnik pengukuhan perilaku, karena sebetulnya ada perilaku agresif, sehingga ada tehnik khusus yang saya terapkan, tapi belum tahu teknisnya apa karena penyebabnya belum diketahui apakah pengaruh teman, atau di keluarga dapat pengasuhan yang kurang baik, inti ya ada terapy misalnya terkai mental spiritual, bagaimana dia bisa dapat ketenangan mental dan spiritual,” lanjut Kanya. (*)

Penulis: Bella
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved