Pelantikan Pejabat Kubu Raya Tanpa Pemberitahuan, Dr Sukamto Nilai Aneh

Berikut penjelasan Akademisi Univestas Tanjungpura (Untan) yang juga petinggi di kampus FISIP Untan Pontianak itu, Rabu (10/04/2019)

Pelantikan Pejabat Kubu Raya Tanpa Pemberitahuan, Dr Sukamto Nilai Aneh
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ANESH VIDUKA
Dekan Fisip Untan Pontianak, Dr Sukamto saat menyampaikan kata sambutan pada Talkshow yang bertajuk Menjadi Hebat Dari Fisip Untuk Kalimantan Barat yang digelar oleh IKA Fisip Untan dalam rangkaian acara Dies Natalis ke-52 Fisip Untan di PCC, Pontianak, Kalbar, Selasa (28/11/2017). Pada kesempatan ini Ika Fisip Untan menghadirkan pembicara dari sejumlah tokoh yang merupakan alumni Fisip Untan. TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA 

Pelantikan Pejabat Kubu Raya Tanpa Pemberitahuan, Dr Sukamto Nilai Aneh 

PONTIANAK - Dr Sukamto menanggapi soal pelantikan pejabat eselon di Kubu Raya yang konon tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. 

Berikut penjelasan Akademisi Univestas Tanjungpura (Untan) yang juga petinggi di kampus FISIP Untan Pontianak itu, Rabu (10/04/2019):

Baca: Pemkab Kubu Raya Rotasi Ratusan Pejabat Eselon III dan Eselon IV, Banyak yangTak Tahu

Baca: Dewan Kubu Raya Nilai Rotasi Pejabat Merupakan Hal Wajar

Baca: BPN Kubu Raya Bantah Mangkir dari Panggilan Sidang Sengketa Informasi Publik

"Kejadian di mana adanya pejabat dilantik tanpa adanya pemberitahuan sebelumnya, bahkan mereka terkejut maka ini adalah sebuah hal yang sedikit aneh di dalam pemerintahan. 

Ini aga aneh, logikanya orang yang mau dilantik itu harus tahu terlebih dahulu diberitahu. Biasanya dan lazimnya surat undangan untuk pelantkkan paling tidak diberikan atau diedarkan minimal malam hari sebelum pelantikan.

Artinya minimal yang akan dilantik harus mengetahui bahwa dirinya akan dilantik sebagai pekajat karena harus ada persiapan. Tapi kalau pejabat yang dilantik sampai tidak tahu juga, maka ini sangat aneh.

Terkait kebijakan mengangkat pejabat memang kewenangan kepala daerah tapi bukan semaunya kerena ini adalah sebuah sistem dan terorganisir.

Kalau sampai mereka kaget sangat aneh, saya juga terkejut mengapa dilakukan hal seperti ini oleh kepala daerahnya.

Sebenarnya dalam mengangkat pejabat ini haris the righ man and the righ place, menempatkan seseorang itu harus sesuai dengan bakat dan prestasi orang itu.

Pengertian bakat dan prestasi orang, itu diartikan sebagai latar belakang pendidikannya, keahliannya, kinerjanya maupun track recordnya selama ini.

Ini adalah sebuah pemerintahan yang diatur, bukan semaunya kepala daerah itu sendiri.

Pemerintahan inikan sebuah sistem, bukan kerja sendiri dan bukan semaunyan sendiri.

Kemudian, kalau benar pihak Kepegawaian sampai tidak mengetahui bahwa ada pelantikan juga sangat mengejutkan dan ini sangat aneh saya rasa.

Pengajuan surat untuk pelantikan di Kementerian Dalam Negeri sistemnya seperti apa, mengapa sampai bidang kepegawaian yang notabenenya menangani sampai tidak mengetahui,".  (*)

Penulis: Syahroni
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved