Klarifikasi Lengkap H Raden Hidayatullah Kusuma Dilaga, Beberkan Kondisi Terduga Penganiayaan Au

Ia pun berharap agar warganet tidak terlalu mudah dan dini menghakimi sesuatu hal yang tidak diketahui sebenarnya

Klarifikasi Lengkap H Raden Hidayatullah Kusuma Dilaga, Beberkan Kondisi Terduga Penganiayaan Au
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ridho Panji Pradana
H. Raden Hidayatullah Kusuma Dilaga saat menunjukan surat klarifikasi dirinya yang menyatakan bahwa bukan orang tua kandung dari akun Salsa Farisha terduga penganiaya Audrey 

Klarifikasi Lengkap H Raden Hidayatullah Kusuma Dilaga, Beberkan Kondisi Terduga Penganiayaan Au

PONTIANAK - H. Raden Hidayatullah Kusuma Dilaga membantah jika pemilik akun Salsa Farisha terduga penganiayaan Au merupakan anak kandungnya. Ia pun berharap agar warganet tidak terlalu mudah dan dini menghakimi sesuatu hal yang tidak diketahui sebenarnya.

"Di kesempatan yang mulia ini ijinkanlah kami menyampaikan pernyataan dan klarifikasi yang harus kami sampaikan dalam rangka menyikapi perkembangan kasus kekerasan yang menimpa ananda Audrey dimana pada awalnya kami memilih untuk diam, dengan alasan agar penegak hukum dapat bekerja dengan tenang sampai mendapatkan investigasi dan keadilan yang seadil-adilnya serta menimbang juga terduga pelaku dan korban sama-sama anak dibawah umur," katanya, Rabu (10/04/2019).

"Tetapi melihat perkembangan satu hari terakhir sampai masalah ini bergerak terlalu liar dimedia sosial, untuk keluarga kami khususnya, sehingga penting kiranya kami menyampaikan pernyataan sikap kami untuk menangkal berita-berita bohong yang sengaja dimainkan oleh oknum tertentu dengan menjadikan keluarga kami bahan cacian dan makian," timpalnya.

Baca: Gubernur Kalbar Beri Pernyataan Terhadap Pelaku Tindak Kekerasan Audrey

Baca: Kapolresta Pontianak Jelaskan Kondisi Awal Terkait Perkembangan Kasus Au

Baca: Ifan Seventeen Bikin Audrey Tersenyum Lagi, Ajak Smule Bareng Jika Sudah Sembuh

Berikut klarifikasi dan pernyataan sikap H Raden Hidayatullah Kusuma Dilaga.

1. Kami terkejut, sedih, marah, dengan peristiwa yang menimpa ananda Audrey atas musibah yang terjadi kami sekeluarga mendoakan yang terbaik untuk ananda Audrey agar cepat sembuh secara fisik dan psikis, dan dapat melewati semua cobaan ini dengan tabah.

Demikian juga untuk ananda-ananda yang diduga sebagai pelaku tindak kekerasan, kami sekeluarga juga mendoakan yang terbaik serta mampu melewati cobaan ini juga mengambil hikmah pelajaran untuk masa depan yang lebih baik kelak, kami percaya pada penegak hukum dan para pemimpin serta KPPAD Kalbar akan menjaga rasa keadilan yang seadil-adilnya karena kami memahami masih sangat banyak penegak hukum serta pemimpin yang adil dan bijaksana ditanah ini dengan selalu bekerja azas praduga tak bersalah.

2. Kami sangat mendukung dilakukannya investigasi oleh para penegak hukum, KPPAD Kalbar maupun pihak yang berwenang dalam rangka menegakkan keadilan seadil-adilnya bagi semua pihak yang terlibat. Biarkan hukun menjadi panglima, tegakkan tanpa pandang bulu.

3. Dengan mengingat pihak-pihak yang terlibat adalah masih anak-anak dibawah umur, kami mengimbau penanganan yang dilakukan harus dalam koridor UU Perlindungan Anak dan dilakulan dengan cara yang cermat, cepat tapi hati-hati agar supaya menghindari konflik sosial, penghakiman sosial yang berlarut-larut sehingga rentan menyebankan traumatis untuk anak-anak.

4. Kami difitnah, dibully, dizolimi, dituduh sebagai beking perbuatan jahat, dituduh tidak bisa mendidik anak sampai dicaci sebagai calon pejabat korupsi, semua itu kami terima dengan lapang dada dan kami balas dengan doa yang terbaik untuk semua warganet yang menghujat kami. Hal Itu dikarenakan rasa marah sedih, dan frustasi atas kejadian ini, kami memaklumi karena begitu juga keadaan kami sekeluarga, yang kami rasakan saat ini.

Halaman
12
Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved