Customs Visit Goverment: Bea Cukai Kunjungi Kantor Gurbernur Kalimantan Barat

Kepala Kanwil DJBC Kalimantan Barat beserta Jajarannya melakukan kunjungan ke Kantor Gurbernur Kalimantan Barat, kemarin

Customs Visit Goverment: Bea Cukai Kunjungi Kantor Gurbernur Kalimantan Barat
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Kepala Kanwil DJBC Kalimantan Barat beserta Jajarannya melakukan kunjungan ke Kantor Gurbernur Kalimantan Barat, 

Customs Visit Goverment: Bea Cukai Kunjungi Kantor Gurbernur Kalimantan Barat

PONTIANAK - Kepala Kanwil DJBC Kalimantan Barat beserta Jajarannya melakukan kunjungan ke Kantor Gurbernur Kalimantan Barat, kemarin, Rabu (10/4/2019).

Pada kesempatan tersebut, Kepala Kanwil DJBC Kalbagbar Azhar Rasyidi memaparkan berberapa peranan Bea Cukai kepada Gurbernur Kalimantan Barat, H.Sutarmidji dalam membantu perekonomian Indonesia Khususnya di wilayah Kalimanta Barat.

“Kami ditugaskan oleh Menteri Keuangan dan Dirjen Bea dan Cukai mempelajari prospek pengembangan perekonomian di daerah, dan Bea cukai mempunyai berberapa fasilitas Bea Cukai yang bisa dimanfaatkan oleh para pengusaha atau industri di Kalimantan Barat untuk mendukung pemerintah dalam meningkatkan pembangunan di daerah," kata Azhar Rasyidi kepada Gubernur Kalbar Sutarmidji di ruang kerja gubernur.

Sementara itu Gubernur Kalbar Sutarmidji berterimakasih atas kunjungan kerja tersebut sebagai bentuk koordinasi tugas dan fungsi.

Baca: Kusnadi: Kapuas Hulu Laksanakan UNBK SMP Akhir April

Baca: Jelang Pemilu 2019, Polsek Belitang Pasang Imbauan Kamtibmas

Baca: Ada 1.364 TPS di Landak, Begini Pola Pengamanan Menurut Kapolres Bowo Gede Imantio

Baca: Hari ini BMKG Pantau 25 Titik Panas di Kalbar, Kubu Raya Terbanyak

Gubernur menyambut baik atas perhatian Bea dan Cukai, yang turut serta dalam pengembangan perekonomian Kalimantan Barat, dimana gubernur akan terus berkoordinasi dalam kegiatan pengembangan ekonomi di daerah.

Terkait pengawasan, Azhar menegaskan bahwa pihaknya sudah siap melakukan pengawasan dan kontrol kawasan perbatasan Kalimantan Barat, Akan tetapi pihaknya juga mengharapkan dukungan dari Pemerintah Kalimantan barat dan instansi terkait lainnya.

“Jalur darat perbatasan merupakan daerah yang rawan menjadi pintu masuk perdagangan Illegal dan penyelundupan, Di jalur itu juga banyak jalur tikus yang luput dari pantauan. Kalau dari Bea cukai sendiri ini sangat terbatas dalam melakukan pengawasan tersebut, peru adanya dukungan dari pemerintah Kalimantan Barat,” tuturnya.

Perbatasan Malaysia-Kalimantan, sebut Sutarmidji, memang amat panjang, nyaris 1.000 km. Seperti kendaraan dari luar yang banyak masuk dari Bengkayang. Karenanya, selain pengawasan, diperlukan juga Pemekaran Wilayah Kalimantan Barat.

“Kita perlu mempercepat pemekaran wilayah Kalimantan Barat, Karena Luasnya Wilayah Perbatasan dan juga pengawasan yang terbatas,” ungkapnya.

Selain itu, Bea Cukai juga berharap dapat menjalin komunikasi yang erat, serta untuk menjalankan fungsi kebeacukaian yang begitu kompleks tentunya perlu dukungan dan sinergi tidak hanya dari internal bea cukai melainkan dari pihak – pihak eksternal yang terkait khususnya pemerintah daerah untuk dapat saling bekerja sama untuk membangun Kalimantan Barat.

Diharapkan dengan terjalinnya sinergi antara bea Cukai dengan pemerintah provinsi Kalimantan Barat, kedepannya dapat menciptakan Kalimantan Barat yang bermartabat.

Penulis: Maudy Asri Gita Utami
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved