Viral Media Sosial

Angkat Bicara Terkait Kasus Penganiayaan Siswi SMP di Pontianak, Ini Penjelasan Erma Ranik

UU SPPA memiliki konsep yang sangat bagus dan tepat yakni membedakan anak yakni pelaku tindak Pidana, korban dan saksi suatu tindak pidana

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Erma Suryani Ranik 

Terkait kasus Audrey, Tindak Pidana yang dituduhkan pada pelaku adalah Penganiayaan yakni pasal 351 ayat 1. Jika terjadi penganiayaan berat maka ancaman hukuman maksimal 5 tahun.

Terkait isu yang menyebutkan Pelaku merusak vagina korban, maka harus dibuktikan didepan sidang pengadilan.

Baca: TERPOPULER - Fakta Siswi SMP Pontianak Dikeroyok, KPPAD Lapor Akun Ziana Fazura,hingga Grup Anti-EXO

“Apabila terbukti tentu hakim akan memberikan pertimbangan lain.  Patut diingat bahwa UU SPPA mengatur bahwa vonis terhadap anak yang menjadi pelaku pidana harus dikurangi sepertiga dari jumlah hukuman. Karena prinsip keadilan resoratif dan diversi dalam UU SPPA, ”tegas Erma Ranik.

Untuk itu, Erma mengimbau agar masing-masing pihak menahan diri. Korban, pelaku dan saksi dalam kasus ADY ini adalah anak anak. Mereka semua harus dibimbing dan di pulihkan.

“Mereka masih anak-anak. Negara sudah mengatur urusan pidana anak ini dengan sangat baik penanganan perkara ini. Mari kita dukung Polri, Komisi Perlindungan anak daerah, anak dan orang tua agar dapat duduk bersama mencari solusi terbaik bagi semua, ”pungkae Erma.

Harus Diproses Hukum

Kasus pengeroyokan secara brutal yang dilakukan oleh 12 pelajar SMA terhadap siswi SMP membuat Gubernur Kalbar, Sutarmidji angkat bicara.

Menurutnya kasus ini tidak bisa dibiarkan begitu saja dan tidak bisa ditoleransi, sebab perlakuan dari para tersangka cukup brutal sampai membuat korban yang berinisiall AU (14) mengalami trauma yang serius.

Midji meminta kasus ini tetap dilakukan proses hukum, jangan ada toleransi meskipun para pelaku dan korban sama-sama anak dibawah umur.  

Baca: Sampaikan Empati, Youtuber Reza Arap Oktovian Video Call Siswi SMP Pontianak Korban Pengeroyokan

Baca: RAMALAN ZODIAK Rabu 10 April 2019, Bukan Waktu Santai Cancer, Seseorang Spesial Menghampiri Scorpio

"Saya   minta  kasus ini tetap dilakukan proses hukum, karena  ini terencana. Semua telah diatur dalam sistem hukum kita bagaimana menangani kasus kejahatan yang dilakukan anak-anak atau mereka yang belum cukup umur," ucap Sutarmidji saat diwawancarai, Selasa (9/4/2019).

Halaman
123
Penulis: Hendri Chornelius
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved