Sy Abdullah Lakukan Safari Politik Besama Kiai Ponpes se Kubu Raya, Mempawah dan Pontianak

Anggota DPR RI, Syarif Abdullah Alkadrie kembali melanjutkan safarinya, menghadiri Musyawarah Kubro II bersama Kiai Pondok Pesantren

Sy Abdullah Lakukan Safari Politik Besama Kiai Ponpes se Kubu Raya, Mempawah dan Pontianak
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Sy Abdullah Lakukan Safari Politik Besama Kiai Ponpes se Kubu Raya, Mempawah dan Pontianak 

Sy Abdullah Lakukan Safari Politik Besama Kiai Ponpes se Kubu Raya, Mempawah dan Pontianak

PONTIANAK - Anggota DPR RI, Syarif Abdullah Alkadrie kembali melanjutkan safarinya, menghadiri Musyawarah Kubro II bersama Kiai Pondok Pesantren se Kabupaten Kubu Raya, Pontianak, Mempawah, yang dihelat di Pondok Pesantren Yayasan Raudlatul Ulum Al-Khaliliyah desa pasak piang Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya pada minggu (07/04/2019) kemarin.

Sederet tokoh penting NU kalimantan barat, tampak hadir di lokasi acara, di antaranya, ketua PCNU Kubu Raya, Abdussalam, Kiyai Hanafi, (Pengasuh Pondok pesantren Raudlatul Ulum Al-Khaliliyah), dan juga anggota DPRD Prov Syarif Amin Muhammad.

Musyawarah Kubro II kali ini, melibatkan beberapa pesantren yang ada di Kubu Raya dan Kota Pontianak, Mempawah,
Musyawarah Kubro II ini merupakan kerja sama antara Yayasan Raudlatul Ulum Al-Khaliliyah yang bekerja sama dengan Ikatan Santri dan Alumni Al-Khaliliyah yang di gagas oleh Fawaid Azman, putra Hanafi Khalil.

Dalam sambutannya Hanafi menjelaskan bahwa acara ini merupakan pengajian rutin tahunan Majlis Taklim Khairun Nisa` setiap bulan Rajab.

Namun untuk tahun ini, selain pengajian, ada santunan kepada anak yatim dan Musyawarah Kubro II.

Baca: Wujudkan ASN yang Berintegritas dan Profesional, Pusdiklat Gelar Pelatihan Kepemimpinan Nasional

Baca: Banyak Masyarakat Belum Tau Coblos Surat Suara, Ini Penjelasan KPU

Baca: Sekda Yosepha Pimpin Rakor dengan Calon Penerima Beasiswa Pemkab Sintang

Baca: Komitmen Majukan UMKM Lokal, Inaker dan PT KDK Kerjasama Tarik Animo Masyarakat

Kegiatan majelis taklim rutin diadakan setiap minggu sekali tiap hari jumat, dan setiap kegiatan anggota majelis taklim ini mengeluarkan iuran untuk diberikan santunan kepada anak yatim.

"Alhamdulillah pada hari itu juga akan melakukan santunan kepada anak yatim yang setiap tahunnya terkumpul dana sebesar 14 juta, dan juga Musyawarah kubro ini yang melibatkan dari 50 pesantren se kabupaten kuburaya, kota pontianak, kab mempawah yang juga turut hadir dalam pelaksanaan tersebut," ujarnya.

Sementara itu, Sy. Abdullah Alkadrie dalam kesempatan itu juga bertindak membuka acara musyawarah kubro II.dalam pidatonya menyampaikan bahwa tiga tahun yang lalu saat saya melakukan Reses pertama kali pada waktu itu yaitu di pondok pesantren ini, masyarakat sui ambawang khusunya yang berada di sebrang dari simpang kanan, berkeinginan supaya ada jembatan, nyebrang dari rekret ke korek.

"pada saat itu kita sudah perjuangkan dengan teknis sebaginya, dan pada saat gubernur yang dulunya calon disini, beliau menyanggupi akan aspirasi yang disampaikan masyarakat untuk membangun jembatan tersebut, alhamdulillah hari ini juga dapat terealisasi." ujarnya

Tokoh berpengaruh dari kalbar itu yang juga Masih aktif menjabat sebagai pengurus musytatar PWNU Kalbar menyampaikan dalam pidatonya yang tegas bahwa indoneaia adalah negara yang mengamalkan nilai-nilai Nasionalis Dan Religius.

"Indonesia adalah negara nasionalis dan religius, negara yang mengakui terhadap ketuhanan dan keyakinan agama," ujarnya.

Perjuangan laskar ulama-santri dan jaringan pesantren yang membentuk embrio perjuangan kebangsaan, merupakan episode penting pergerakan nasional, hal tersebut diutarakannya dengan sangat tegas dalam pidatonya:

"Kita bersyukur di indonesia ini yang begitu sangat luar biasa mensyiarkan agama secara luas, pengajian dimana mana,tarhkiman jam 3 subuh bahkan juga indonesia sangat luar biasa mengakui terhadap islam sampai-sampai hari santri nasional itu juga di jadikan hari nasional, dalam hal tersebut itu bukti bahwa keberadaan pesantren yang ada di indonesia itu, sebagai pelopor perjungan bangsa tentu ini harus kita hargai," ujarnya.

Penulis: Hamdan Darsani
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved