Prof Chairil Effendi Beberkan Tips Jaga Kerukunan di Tahun Politik

Satu diantara tokoh masyarakat Kalbar, Prof Chairil Effendi yang juga merupakan Ketua Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kalbar

Prof Chairil Effendi Beberkan Tips Jaga Kerukunan di Tahun Politik
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Prof Chairil 

Prof Chairil Effendi Beberkan Tips Jaga Kerukunan di Tahun Politik

PONTIANAK - Satu diantara tokoh masyarakat Kalbar, Prof Chairil Effendi yang juga merupakan Ketua Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kalbar mengungkapkan jika pihaknya rutin mendiskusikan hal-hal yang berkaitan Pemilu Serentak 2019, pada 17 April mendatang.

Dalam diskusi yang ada dan dalam menyikapi Pemilu 2019, masyrakat khususnya pada Pilpres terbelah menjadi dua pihak, di satu pihak mendukung Jokowi-Amin, dan pihak lainnya mendukung Prabowo-Sandi.

Namun, kata dia, hal tersebut tidak terlihat di Pileg baik untuk DPR-RI, DPD-RI, DPRD Provinsi maupun DPRD Kabupaten/Kota.

"Kalau empat yang lainnya itu, (pileg, red) relatif cair, tetapi untuk Pilpres ini terpolarisasi menjadi 2 kubu. Memang ini ada sisi positif dan negatifnya. Nah, sisi positifnya mereka yang terlibat dalam hiruk pikuk Pilpres tersebut sudah dipastikan memposisikan diri untuk tidak Golput, punya motivasi untuk memenangkan calon presiden atau idola mereka masing-masing. Akan tetapi, sisi negatifnya bisa saja akan terjadi friksi diantara kedua kelompok tersebut," katanya, Senin (08/04/2019).

Maka dari itu, lanjut Prof Chairil, pihaknya melakukan pertemuan rutin dengan hampir semua etnis yang ada di Kalbar agar tidak ada muncul friksi yang memicu adanya konflik.

Baca: Si Kembar Wenny dan Venny Lulus Seleksi Beasiswa Kedokteran Pemkab Sintang di Tahap Satu

Baca: Sy Abdullah Lakukan Safari Politik Besama Kiai Ponpes se Kubu Raya, Mempawah dan Pontianak

Baca: Bina UMKM Lokal, Imam Sarkoni Bidik Pasar Luar Negeri

Baca: Banyak Masyarakat Belum Tau Coblos Surat Suara, Ini Penjelasan KPU

"Kami di MABM Kalbar secara rutin setiap bulannya melakukan pertemuan antar tokoh etnik di Rumah Adat Melayu, yang kami bungkus dalam bentuk Ngopi Pagi Bersama," katanya.

Hal tersebut dilakukan, lanjutnya, jauh sebelum adanya momentum Pilpres 2019, bahkan sebelum adanya Pilkada Gubernur. 

"Alhamdulillah, semua tokoh yang masing-masing ada di kelompok etnik tersebut hadir, kemudian berdiskusi, membangun silahturahim, membangun rasa kebersamaan, sehingga jika ada persoalan-persoalan yang muncul di masyarakat, sesegera mungkin dapat kita deteksi dan dapat kita selesaikan," tukasnya.

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved