Merasa Disudutkan, KPPAD Kalbar Laporkan Akun Twitter Ziana Fazura

Eka Nurhayati menegaskan bahwa pihaknya akan mendampingi kedua belah pihak, baik itu korban maupun pelaku, sesuai dengan tupoksinya

Merasa Disudutkan, KPPAD Kalbar Laporkan Akun Twitter Ziana Fazura
Screenshot
Kasus Pengeroyokan 12 Siswi 

Merasa Disudutkan, KPPAD Kalbar Laporkan Akun Twitter Ziana Fazura

PONTIANAK - Ketua KPPAD Kalbar, Eka Nurhayati menegaskan bahwa pihaknya akan mendampingi kedua belah pihak, baik itu korban maupun pelaku, sesuai dengan tupoksinya.

Eka mengatakan bahwa pihaknya merasa dirugikan oleh sebuah akun twitter bernama Ziana Fazura, dan sudah melaporkan ke Polda Kalbar.

Eka mengatakan KPPAD Kalbar merasa disudutkan oleh satu akun twitter yaitu @zianafazura yang memposting cuitan meruncing atas kasus penganiayaan oleh beberapa siswi SMA terhadap seorang siswi SMP di Kalbar.

Di Twitter sendiri tagar tentang kasus tersebut sempat menjadi trending topik, hingga muncul sebuah petisi yang menuntut keadilan atas korban yang sudah ditanda tangani oleh ratusan ribu orang.

"Atas kesepakatan dari rapat pleno Selasa (9/4/2019) pukul 11.00 WIB, kami sudah melaporkan secara resmi ke Polda Kalbar, nomor registrasi 240 yang melapor langsung bapak Tumbur Manalu beserta Anggi Febian Lubis mewakili dari KPPAD," tuturnya.

Baca: KPPAD Laporkan Akun Ziana Fazura ke Polda Kalbar, Buntut Kasus Pengeroyokan Siswi SMP di Pontianak

Baca: VIDEO: Kasus Pengeroyokan 12 Siswi SMA pada Siswi SMP, KPPAD Kalbar Carikan Jalan Tengah

Baca: FOTO: KPPAD Kalbar Berikan Keterangan Pers Terkait Pengeroyokan Siswa SMP

Laporan tersebut dibuat kata dia, karena kami menemukan statemen inilah yang meruncing dan membelokkan dari tugas pokok serta fungsi kami dimana tupoksi kami yang sebenarnya adalah perlindungan dan pengawasan terhadap anak-anak yang ada di Kalbar.

Kalau berkaitan dengan penegakkan hukum KPPAD menekankan bahwa ranah tersebut bukan ada pada mereka.

Kasus ini sudah dilimpahkan ke Unit PPA Polresta Pontianak, Eka menuturkan jika masyarakat ingin tahu lebih jauh tentang masalah hukum kasus tersebut silahkan kroscek disana, bukan ke KPPAD kata dia.

"Kami memiliki tupoksi yang harus konsentrasi kepada anak, terlepas anak ini pelaku maupun korban dalam hal ini kami tetap konsentrasi dan fokus kepada korban terlebih dahulu," tandasnya.

Penulis: Ya'M Nurul Anshory
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved