Menko Polhukam Serahkan 71 Sertifikat Kekayaaan Intelektual ke Pelaku Ekonomi kreatif

Upaya memberikan perlindungan hak kekayaan intelektual (HKI) bagi pelaku ekonomi kreatif , Menko Polhukam RI Wiranto mewakili Presiden RI

Menko Polhukam Serahkan 71 Sertifikat Kekayaaan Intelektual ke Pelaku Ekonomi kreatif
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko polhukam) Wiranto mewakili Presiden RI serahkan 71 sertifikat Kekayaaan Intelektual (KI) kepada pelaku ekonomi kreatif, dengan didampingi Menkumham Yasonna H. Laoly (Humas DJKI Kemenkumham RI) 

Menko Polhukam Serahkan 71 sertifikat Kekayaaan Intelektual (KI) ke Pelaku Ekonomi kreatif

JAKARTA – Upaya memberikan perlindungan hak kekayaan intelektual (HKI) bagi pelaku ekonomi kreatif , Menko Polhukam RI Wiranto mewakili Presiden RI serahkan sertifikat Kekayaan Intelektual.

"Sangat begitu penting, memberikan perlindungan Hak Kekayaan Intelektual, terutama kepada pelaku ekonomi kreatif memiliki peran vital sebagai salah satu penggerak perekonomian bangsa."ungkap‎ Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H. Laoly saat memberikan sambutan pada acara Penyerahan Sertifikat HKI Kepada Pelaku Ekonomi Kreatif di Hotel JS Luwansa, Senin (8/4/2019) kemarin.

“Melindungi hak pelaku ekonomi kreatif sama halnya dengan upaya pelindungan atas HKI seseorang melalui usaha pencegahan maupun penegakan hukum di bidang KI,” ujar Yasonna H. Laoly.

Pada acara ini Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko polhukam) Wiranto mewakili Presiden RI Joko Widodo menyerahkan 71 sertifikat Kekayaaan Intelektual (KI) kepada pelaku ekonomi kreatif, dengan didampingi Menkumham Yasonna H. Laoly dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf.

Baca: 4 WNI Meninggal di Malaysia, Ini Penyebabnya  

Baca: Sinergitas TNI dan Polri Dalam Rapat Persiapan Ultah Desa Maboh Permai

Baca: Jamaah Masjid At-Tamini Sungai Kupah Peringati Isra Mikraj

Baca: Bhabinkamtibmas Bersama Tim Monev Cek Fisik Pembangunan di Desa Setuntung

Sertifikat HKI ini merupakan bukti kepemilikan yang dapat dimanfaatkan untuk mengoptimalkan komersialisasi HKI ke depannya.

Menurut Menkumham RI, melalui kegiatan ini Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) bersama Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa pemerintah sangat memperhatikan pelindungan dan pemanfaatan KI sebagai salah satu aset terpenting bagi pelaku ekonomi kreatif dalam upaya mendorong pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia.

“Peran ekonomi kreatif di zaman ini, tentunya sangat berperan penting pada perekonomian nasional,” ujar Yasonna H. Laoly.

Ia mengungkapkan bahwa sejak era reformasi 1998, sektor usaha yang terbukti dapat bertahan ketika perusahaan-perusahaan raksasa rontok adalah Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Pada kesempatan yang sama, Wiranto juga menyampaikan bahwa suatu negara dapat dikatakan maju, apabila memiliki minimal rasio pelaku ekonomi kreatif sebesar 14% dari total jumlah penduduk yang ada.

“Jika suatu negara ingin maju, kalau rasio dari pelaku ekonomi kreatif atau entrepreneur lebih dari empat belas persen, dan negara kita baru mencapai kurang lebih 3,1%,” tutur Wiranto.

Menurut Wiranto, saat ini perlu adanya percepatan untuk memacu berkembangnya entrepreneur di Indonesia sangat penting, maka perlu adanya peran yang sinergi antar lembaga Pemerintah dan swasta.

" Salah satunya seperti yang dilakukan Kemenkumham dan Bekraf dalam memfasilitasi pendaftaran kepada pelaku ekonomi kreatif."ujarnya

Sementara itu, Kepala Bekraf Triawan Munaf menyampaikan bahwa melalui Deputi Fasilitasi HKI dan Regulasi, Bekraf telah melakukan sosialisasi dan fasilitasi HKI di lebih dari 80 kota berbeda di 34 provinsi.

“Kami juga telah memfasilitasi sekitar 5.761 pendaftaran permohonan HKI produk ekraf ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM,” pungkasnya.

Penulis: Hadi Sudirmansyah
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved