Bawaslu Ajak Masyarakat Ikut Awasi, Minimalisir Potensi Penyalahgunaan Surat Suara

Ketua Bawaslu Kalbar, Ruhermansyah mengajak masyarakat untuk ikut serta mengawasi pemilu guna meminimalisir potensi penyalahgunaan

Bawaslu Ajak Masyarakat Ikut Awasi, Minimalisir Potensi Penyalahgunaan Surat Suara
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ TRY JULIANSYAH
Ketua Bawasalu Kalbar, Ruhermansyah 

Bawaslu Ajak Masyarakat Ikut Awasi, Minimalisir Potensi Penyalahgunaan Surat Suara

PONTIANAK - Ketua Bawaslu Kalbar, Ruhermansyah mengajak masyarakat untuk ikut serta mengawasi pemilu guna meminimalisir potensi penyalahgunaan surat suara nantinya.

"Ditingkat Pengawas TPS dan KPPS, itu bisa saja terjadi surat suara yang tidak bernilai atau surat suara rusak, maka untuk itu kami menguatkan kapasitas sebagai upaya antisipasi kepada pengawas TPS kami, untuk apabila ada potensi tersebut agar segera dapat dilakukan saran perbaikannya," katanya.

Terkait potensi kerawanan surat suara yang rusak, Bawaslu, kata dia melakukan upaya pencegahan dengan melakukan pemetaan TPS rawan, dimana yang potensi rawan untuk hal tersebut akan dilakukan fokus pengawasan lebih intensif.

"Kami juga melakukan pengawasan partisipatif, dimana melibatkan seluruh elemen masyarakat stakeholder, untuk melaksanakan pengawasan pada masa pemungutan dan penghitungan suara, serta nanti akan dilanjutkan pada proses rekapitulasi," katanya.

Baca: Jelang Pemilu, Polsek Belitang Jalin Kemitraan dan Sinergitas Antara 3 Pilar

Baca: Hadiri Pembukaan Islamic Law Competition di IAIN Pontianak, Ini Pesan Abu Bakar

Baca: Norsan Akan Lakukan Pendekatan ke Masyarakat Cegah Dampak Sosial dari Operasional Tambang

Ruhermansyah mengimbau kepada masyarakat untuk mengetahui tentang surat suara sah dan tidak sah terlebih dahulu. Informasi tersebut bisa didapat dengan men-download melalui website resmi KPU dan Bawaslu, terkait materi sosialisasi tentang surat suara sah dan tidak sah.

"Kita mesti turut berpartisipasi mengawasi penyelenggaraan pemilu di tingkat TPS, khususnya bagi petugas KPPS, kita minta untuk tidak menggunakan cincin nantinya, yang berpotensi untuk merusak surat suara. Kemudian, meja yang akan digunakan untuk meletakkan surat suara harus rata," tegasnya.

Ruhermansyah menambahkan, sebelum memberikan surat suara, petugas KPPS harus mengeceknya terlebih dahulu, dengan cara dibuka dan dipastikan apakah ada hal-hal yang dapat merusak surat suara atau menjadikan surat suara tidak sah, seperti robek atau ada coretan-coretan.

"Itulah beberapa hal antisipasi untuk kita awasi bersama, terkait dengan mencegah potensi tidak bernilainya surat suara atau surat suara menjadi tidak sah," katanya.

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved