Pileg 2019

Banyak Masyarakat Belum Tau Coblos Surat Suara, Ini Penjelasan KPU

Sedangkan yang membedakan Pemilu 2014 dengan 2019 adalah pemilihan serentak dengan Presiden,

Banyak Masyarakat Belum Tau Coblos Surat Suara, Ini Penjelasan KPU
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Ketua KPU Kapuas Hulu Ahmad Yani saat berselfi di Sekretariat Posko GMHP KPU Kapuas Hulu beberapa waktu lalu 

Banyak Masyarakat Belum Tau Coblos Surat Suara, Ini Penjelasan KPU

KAPUAS HULU - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kapuas Hulu Ahmad Yani menyatakan, terkait sosialisasi cara menyoblos atau memilih calon legislatif dan Presiden di surat suara, sama dengan pemilihan Pemilu tahun 2014 yang lalu.

"Dimana Pemilu tahun 2014 lalu juga tak ada foto calon peserta pemilu, hanya nama dan nomor urut yang bersangkutan. Sedangkan yang membedakan Pemilu 2014 dengan 2019 adalah pemilihan serentak dengan Presiden," ujarnya kepada wartawan, Selasa (9/4/2019).

Ahmad Yani menjelaskan, pemilu tahun 2019 pada tanggal 27 April nanti, dimana masyarakat harus menyoblos 5 surat suara yaitu, memilih caleg tingkat kabupaten, provinsi, DPR RI, DPD RI, dan terkahir adalah Presiden.

"Pada dasarnya cara menyoblos atau memilih sama dengan Pemilu tahun 2014 yang lalu," ucapnya.

Baca: Pelaku UMKM Lokal Berharap Binaan dari Inaker dan PT KDK

Baca: Sekda Yosepha Pimpin Rakor dengan Calon Penerima Beasiswa Pemkab Sintang

Dalam hal ini jelas Yani, pihaknya telah melakukan sosialisasi dengan maksimal mungkin, terkait cara menyoblos 5 surat suara tersebut. "Semoga proses pemilu legislatif dan Presiden tahun 2019 di Kabupaten Kapuas Hulu berjalan dengan lancar, aman, dan sukses," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kapuas Hulu Rajuliansyah mendesak KPU untuk terus berupaya mensosialisasikan cara menyoblos 5 surat suara ke masyarakat. "Setiap saya turun kelapangan, masih banyak masyarakat kita menanyakan bagaimana cara menyoblos tersebut," ujarnya.

Artinya jelas Rajuliansyah, masih banyak masyarakat Kapuas Hulu belum paham bagaimana cara menyoblos 5 surat suara tersebut. "Kita tahu bersama bahwa, Pemilu 2019 ini beda dengan Pemilu sebelumnya. Dimana masyarakat harus memilih 5 surat suara, sehingga butuh sosialisasi yang intensif dari KPU," ucapnya.

Dalam hal tersebut kata Rajuliansyah, kalau pihaknya setiap turun kelapangan juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat, untuk cara menyoblos atau memilih 5 surat suara tersebut.

"Jadi masalah ini adalah tugas bersama untuk memberikan sosialisasi, bukan hanya tugas dari KPU," ungkapnya.

Penulis: Sahirul Hakim
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved