Pemilu 2019

Antisipasi Jual Beli Suara, Ini Penjelasan Bawaslu

Ketua Bawaslu Kalbar, Ruhemansyah mengungkapkan jika pihaknya terus melakukan upaya untuk mengantisipasi adanya kecurangan

Antisipasi Jual Beli Suara, Ini Penjelasan Bawaslu
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIDHO PANJI PRADANA
Ketua Bawaslu Kalbar, Ruhermansyah 

Antisipasi Jual Beli Suara, Ini Penjelasan Bawaslu

PONTIANAK - Ketua Bawaslu Kalbar, Ruhemansyah mengungkapkan jika pihaknya terus melakukan upaya untuk mengantisipasi adanya kecurangan dalam pemilu yang diantaranya ialah money politik atau jual beli suara.

Ruhermansyah pun mengungkapkan jika kondisi di Kalbar sampai dengan hari ini kondusif.

"Alhamdulillah, sementara ini, mudah-mudahan untuk seterusnya, dinamika di masyarakat masih berjalan dengan baik. Pada momen tertentu memang ada sedikit dinamis, namun yang kami pantau saat ini memang masih dalam batas yang tidak lari ke situasi yang rawan tinggi," katanya, Senin (8/4/2019).

Ruhermansyah menjelaskan bahwa hal itu berdasarkan penilaian dari Bawaslu terkait dengan kerawanan, seperti terjadinya pelanggaran pemilu, sedangkan dari segi aspek keamanan, merupakan tanggung jawab pihak keamanan.

Baca: Batalyon Terima Ambulance dan Motor dari BRI

Baca: Personel Polsek Pontianak Kota Amankan Aksi Unjuk Rasa Driver Ojol

Baca: Baby Shima Penyanyi Malaysia Ini Blak-blakan Akui Teman Tapi Mesra Sule, Mereka Sudah Sedekat Ini!

"Mudah-mudahan bisa tetap kondusif hingga masa pemungutan dan penghitungan suara nanti," ujarnya.

Sebelumnya, Ruher juga mengatakan jika pihaknya telah memetakan titik rawan untuk Pemilu 2019.

"Kami telah memetakan titik rawan terkait dengan money politik, intimidasi, berita bohong, black campaign dan lain sebagainya," katanya.

Lebih lanjut, Ruhermansyah menerangkan titik rawan tersebut yang tertinggi di Sanggau juga sebaiknya tidak menjadi momok. Namun harus menjadi pelecut agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan seperti saat Pilkada.

"Kalau didaerah provinsi kami merilis rawan sedang, tapi dari 14 kabupaten kota yang cukup dikatakan rawan tinggi ialah Sanggau. Namun hal ini bukan menjadi momok, tapi tentu menjadi bentuk kerjasama seluruh elemen untuk meredam hal tersebut," terangnya.

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved