Miris, Kasus Orangtua Buang dan Telantarkan Bayinya Semakin Banyak di Sejumlah Daerah

Sejauh ini, sudah ada dua kasus terjadi dan satu bayi lainnya kini kritis karena dikubur hidup-hidup oleh ibunya sendiri.

Editor: Ishak
Miris, Kasus Orangtua Buang dan Telantarkan Bayinya Semakin Banyak di Sejumlah Daerah
Ilustrasi
Bunuh Bayi

Miris, Kasus Orangtua Buang dan Telantarkan Bayinya Semakin Banyak di Sejumlah Daerah

Kasus penelantaran bayi oleh orangtuanya dengan berbagai alasan, menjadi permasalahan besar yang terjadi di tengah masyarakat Indonesia hari.

Pada beberapa daerah, kasus inipun menjadi sorotan tajam karena adanya kecenderungan tindakan biadab ini justru punya tren meningkat.

Purwakarta, yang masuk dalam wilayah administratif provinsi Jawa Barat misalnya.

Sampai-sampai membuat Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kabupaten Purwakarta menyoroti banyaknya kasus bayi yang ditelantarkan atau bahkan dibuang di sejumlah daerah, khususnya di kabupaten tersebut. 

Sejauh ini, sudah ada dua kasus terjadi dan satu bayi lainnya kini kritis karena dikubur hidup-hidup oleh ibunya sendiri.

Baca: Daftar Obat Yang Tak Boleh Diminum Ibu Menyusui, Bahaya untuk Bayi!

Baca: Heboh Bayi Dibuang di Kantong Kresek, Terungkap Pelakunya Pelajar SMA Lantaran Malu

Kasus penelantaran bayi terbaru, terjadi di Desa Mulyamekar, Babakancikao, Purwakarta pada Senin (8/4/2019).

Warga desa tersebut sempat diramaikan dengan penemuan bayi yang ari-arinya masih menempel, tergeletak di bawah pohon nangka.

Pada hari yang sama, diketahui pula ada bayi yang diperkirakan berusia tujuh bulan diduga ditelantarkan oleh orang tuanya.

Bayi laki-laki itu ditemukan warga di sebuah misala di lingkungan Pasar Citeko, Plered, Purwakarta.

Menanggapi hal tersebut, Ketua KPAI Purwakarta, Nur Aisah Jamil mengatakan hal tersebut akibat sikap orang tua yang tidak bertanggungjawab dalam membesarkan anak.

"Semua pihak harus bisa menjadi penyeimbang, bahwa membesarkan anak itu adalah ibadah. Apapun kondisinya, anak perlu mendapat hak dan perlindungan dari orang dewasa," kata Nur saat dikonfirmasi melalui telepon.

Dia pun menyoroti emosi para orang tua, khususnya perempuan yang sering kali berubah dalam sejumlah hal.

Baca: Bayi Baru Lahir Normal atau Caesar Tak Boleh Langsung Dimandikan, WHO Sarankan Ini!

Baca: Simak Kisah Haru Ibu Pertama Kali Cium Bayinya Setelah Koma 5 Bulan

Khususnya membesarkan anak, para orang tua sering kali tidak stabil karena faktor ekonomi atau daya dukungan keluarga.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved