Edi Kamtono Minta 12 Pelaku Penganiayaan Siswi SMP dapat Perhatian Serius dan Beri Efek Jera

Pelajar sudah membuat geng dan bertindak kriminal, apalagi sampai menimbulkan korban jiwa yang traumatik sangat mendalam.

Edi Kamtono Minta 12 Pelaku Penganiayaan Siswi SMP dapat Perhatian Serius dan Beri Efek Jera
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Wali Kota Pontianak, Edi Kamtono 

Edi Kamtono Minta 12 Pelaku Penganiayaan Siswi SMP dapat Perhatian Serius dan Beri Efek Jera

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kasus pengeroyokan yang dilakukan oleh pelajar SMA terhadap seorang siswa SMP 17 Kota Pontianak mendapat perhatian serius dari Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono.

Edi Kamtono menjelaskan kasus ini sudah viral dimedia sosial dan harus segera diselesaikan.
Ia meminta kasus pengeroyokan terhadap siswi SMP 17 Pontianak segera diselidiki dan diinvestigasi. Mengingat pelaku dan korban sama-sama dibawah umur.

"Ini sudah viral dan saya berharap pihak kepolisian dan Dinas Pendidikan serta sekolah untuk melakukan investigasi penyebab dari pengeroyokan itu," ucap Edi Kamtono saat diwawancarai, Senin (8/4/2019).

Menurutnya kejadian semacam ini membuat pendidikan di Pontianak tercoreng dengan ulah tidak terpuji pelajar yang masih anak-anak dibawah umur.

Pelajar sudah membuat geng dan bertindak kriminal, apalagi sampai menimbulkan korban jiwa yang traumatik sangat mendalam.

"Saya kemaren membesuk anak SMP dirumah sakit, saya mendengar cerita dari orangtuanya, bahwa penganiayaan yang dilakukan pelajar SMA ini sungguh terlalu. Sampai ada hal yang tidak sepatutnya dilakukan oleh seorang pelajar, oleh sebab itu kasus harus dituntaskan bersama Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) sehingga korban dan pelaku bisa didampingi," ujarnya.

Edi menegaskan akanme lakukan pembinaan dan sosialisasi terus pada bidang pendidikan, orangtua agar peristiwa semacam inu tidak terulang lagi.

"Gejala-gejala yang dilakukan pelajar ini dapat memberikan dampak negatif, terutama korban. Kita harapkan tidak terulang lagi kasus ini, mereka juga merupakan anak dibawah umur, maka perlu investigasi secepatnya agar dapat diambil langkah dalam memberikan pembinaan," tambahnya.

Namun menurut Edi, pelaku harus diberikan efek jera dan edukasi, agar tidak terulang kembali kejadian semacam ini di Pontianak.

Baca: VIDEO: Nota Pengantar LKPJ Bupati Sekadau Akhir Tahun Anggaran 2018 dan Dua Raperda

Baca: VIDEO: HUT ke-100 Damkar, Satpol PP dan Linmas, Ini Penjelasan Wali Kota Edi Kamtono

Berdasarkan penjelasan dari orangtua korban, Edi sangat prihatin terhadap kebrutalan pelajar SMA. Sebab mereka melakukan penjemputan dirumah korban dan dibawa pada jalan yang sepi kemudian dianiaya dengan brutal.

Memang penyebabnya awalnya dari komentar-komentar media sosial dan komentar ini menimbulkan ketidaksenangan pelaku.

"Bahkan membuat kita miris, pelaku juga melakukan penjemputan dirumah korban, sehingga terjadi penganianyaan,"ucapnya iba terhadap kelakuan pelaku dan korban.

Di era digital ini, Edi harapkan juga pada orangtua untuk mengawasi anak-anaknya dalamnmenggunakan media sosial.

"Ini sangat sering terjadi dimedia sosial, membully, memfitnah dan sebagainya. Maka orangtua harus mengontrol mereka," pungkasnya.

Penulis: Syahroni
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved