Gelar Lomba Ketangkasan, Edi Kamtono Bangga Petugas Damkar Bekerja Tanpa Pamrih

Dalam menangani dan memadamkan api akibat kebakaran, dibutuhkan ketangkasan dan kecekatan petugas pemadam kebakaran (damkar).

Gelar Lomba Ketangkasan, Edi Kamtono Bangga Petugas Damkar Bekerja Tanpa Pamrih
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menjadi inspektur upacara lomba ketangkasan pemadaman kebakaran bagi pemadam swasta se-Kota Pontianak 

Gelar Lomba Ketangkasan, Edi Kamtono Bangga Petugas Damkar Bekerja Tanpa Pamrih

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Dalam menangani dan memadamkan api akibat kebakaran, dibutuhkan ketangkasan dan kecekatan petugas pemadam kebakaran (damkar).

Untuk meningkatkan keterampilan petugas damkar, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak menggelar Lomba Ketangkasan Pemadam Kebakaran bagi pemadam swasta se-Kota Pontiana di Halaman Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pontianak, Minggu (7/4).

Lomba ini dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Pemadam Kebakaran yang ke-100.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengatakan, lomba ketangkasan pemadam kebakaran ini selain sebagai ajang silaturahmi dan kebersamaan sesama petugas damkar, juga bertujuan untuk meningkatkan keterampilan para petugas damkar dalam menangani peristiwa kebakaran. Lomba ini merupakan kegiatan teknis yang harus dipahami oleh petugas damkar, baik itu sifat-sifat api, cara melokalisir api agar tidak meluas, hingga memadamkannya sampai benar-benar padam.

Baca: Jadwal Samsat Keliling Wilayah 1 Bulan April 2019

Baca: Dapatkan Pengawalan Polisi, Logistik Pemilu Tiba di Kecamatan Kayan Hulu

Baca: Komunitas Sekenario Hijrah Kembali Akan Gelar Kegiatan Sehari Bersama Sahabat Yatim

Baca: Danrem: 3 Ribu Pasukan Akan Diperbantukan Amankan Pemilu

“Sehingga apabila terjadi kebakaran, bisa ditangani dan dipadamkan secepat mungkin, tidak meluas, apalagi hingga menimbulkan korban jiwa,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, lanjutnya, ada 35 damkar swasta di Pontianak. Hal ini menurutnya sebagai potensi atau kekuatan yang dimiliki dalam menghadapi bencana kebakaran, khususnya kebakaran bangunan.

Diakui Edi, dalam mencegah kebakaran, bukan hanya tugas petugas damkar semata, masyarakat pun juga harus mengetahui teknis tentang bagaimana menghadapi apabila terjadi masalah kebakaran di rumah. Misalnya kebakaran yang diakibatkan korsleting listrik, setrikaan yang lupa dimatikan, api dari kompor, lilin dan lain sebagainya. "Kalau kita paham caranya, terampil, kalau ada masalah seperti ini, kita sendiri bisa mengatasinya sebagai tindakan pertama," ujarnya.

Tak jarang, kata dia, ketika terjadi kebakaran, kepanikan justru menyebabkan api semakin membesar. Fatalnya lagi, apabila kondisi rumah seluruhnya berteralis dan dikunci. Sehingga apabila terjadi kebakaran, penghuni rumah tidak bisa keluar untuk menyelamatkan diri dan berujung pada jatuhnya korban jiwa. “Ini juga harus dipahami oleh masyarakat akan bahaya kebakaran. Sebab datangnya musibah tidak bisa diprediksi. Api juga terkadang disebabkan karena kelalaian manusia,” jelas Edi.

Orang nomor satu di Kota Pontianak ini menuturkan, Pemkot Pontianak memberikan perhatian khusus kepada damkar-damkar swasta. Baik itu bantuan teknis, bantuan peralatan dan sebagainya. “Kemudian kita bekerja sama dengan Bank Kalbar dengan memberikan bantuan selang air untuk pemadaman api. Selain itu, petugas damkar juga kita ikut sertakan dalam kepesertaan BPJS,” imbuhnya.

Edi menuturkan, tugas pemadam kebakaran adalah suatu hal yang sangat mulia. Ia sangat bangga terhadap pasukan damkar yang bekerja tanpa pamrih. “Dengan jiwa korsa kita tingkatkan semangat kebersamaan dalam penanggulangan kebakaran,” pungkasnya.

Penulis: Syahroni
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved