Bupati Karolin Keluhkan Landak Belum Terima Kekurangan Ribuan Surat Suara

Karolin Margret Natasa mengeluhkan belum diterimanya distribusi kekurangan surat suara di Landak yang mencapai angka 6000

Bupati Karolin Keluhkan Landak Belum Terima Kekurangan Ribuan Surat Suara
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIZKY PRABOWO RAHINO
Bupati Landak Karolin Margret Natasa saat diwawancarai awak media usai rapat koordinasi (rakoor) pencegahan dan kesiapsiagaan bencana asap akibat karhutla, banjir, puting beliung dan tanah longsor (batingsor) dan konflik sosial Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2019, di Grand Makhota Hotel Pontianak, Jumat (15/2/2019). 

Bupati Karolin Keluhkan Landak Belum Terima Kekurangan Ribuan Surat Suara

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Bupati Landak, Karolin Margret Natasa mengeluhkan belum diterimanya distribusi kekurangan surat suara di Landak yang mencapai angka 6000.

"surat suara di Landak masih kurang 6000an, mengkhawatirkan h-10 belum diterima kekurangan logistik berupa surat suara. padahal medan geografisnya cukup berat memerlukan waktu untuk distribusi logistik pemilu," katanya, Minggu (07/04/2019).

Padahal, kata Karolin, untuk di Landak ada beberapa titik yang medannya cukup berat untuk pendistribusian.

"untuk Kecamatan Air Besar saja kita ada tiga titik dropping logistik, dikarenakan wilayahnya yang luas dan sulit di jangkau. dan itupun kita akan dibantu kendaraan berat dari Armed karena medannya yang sulit," terang Karolin.

Baca: Pimpinan Daerah Salimah Laksanakan Seminar Parenting Orang Tua yang Dirindukan

Baca: Ateng Tanjaya: Pemadam Kebakaran Adalah Implementasi 4 Pilar Kebangsaan & Bhinneka Tunggal Ika

Baca: Bentuk Generasi Pencinta Quran SDIT Ar Rayyan Laksanakan Quran Camp

Lebih lanjut, ia pun menerangkan jika besok pihak KPU dan TNI diketahui baru akan mengecek lokasi untuk menentukan kendaraan yang digunakan.

"Senin tanggal 8 TNI bersama KPU akan survey ke lokasi menentukan jenis kendaraan yang bisa melalui lokasi dropping logistik," jelasnya.

Menurutnya, dalam pendistribusian nanti dihari pertama dari kota kab ke titik droping, hari kedua dibawa ke desa, baru dilanjut ke dusun-dusun.

Anggota DPR RI ini pun menerangkan, dalam pendistribusian logistik surat suara di Landak umumnya tidak bisa dalam waktu sehari dan masih ada yang membawa dengan jalan kaki.

"Ada yang pake jalan kaki, bisa tiga hari karena keterbatasan anggota polisi untuk mengawal juga, tapi kalau ngga nyangkut di jalan misalnya hujan atau banjir ya, tiga hari kalau lancar di perjalanan tanpa hambatan cuaca atau banjir," kata Karolin.

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved