Ada 3.200 dari 82 Ribu UMKM Ultra Mikro di Kalbar Yang Sudah Menerima Dana Ultra Mikro

Kepala Kantor Wilayah Dirjen Berbendaharaan Kementerian Keuangan Provinsi Kalimantan Barat, Edward U Parlagutan

Ada 3.200 dari 82 Ribu UMKM Ultra Mikro di Kalbar Yang Sudah Menerima Dana Ultra Mikro
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANGGITA PUTRI
Kepala Kantor Wilayah Dirjen Berbendaharaan Kementerian Keuangan Provinsi Kalimantan Barat, Edward U Parlagutan, saat menghadiri acara Sosialisasi Pembiayaan Ultra Mikro " Sinergi Pembiayaan Ultra Mikro Dalam Mengangkat Perekonomian Rakyat," di Wisma Jeruju, jumat (5/4/2019). 

Ada 3.200 dari 82 Ribu UMKM Ultra Mikro di Kalbar Yang Sudah Menerima Dana Ultra Mikro

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Kantor Wilayah Dirjen Berbendaharaan Kementerian Keuangan Provinsi Kalimantan Barat, Edward U Parlagutan, mengatakan secara nasional jumlah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) kurang lebih 1 juta, dan di Kalimantan Barat sendiri ada 120 ribu UMKM, dan Usaha Ultra mikro sebesar 82 ribu.

Dari 82 ribu Ultra Mikro di Kalimantan Barat , dan yang sudah menerima Dana Ultra mikro kurang lebih 3. 200 UMKM.

Edward U Parlagutan, mengatakan sudah lumayan banyak yang terbantu, tetapi masih belum maksimal.

"Kalau 82 ribu itu saja setengah yang menerima ada 40 ribuan. Jadi kami meningkatkannya itu tidak usah muluk-muluk 10% saja dari Ultra mikro yang menerima Pembiayaan Ulta Mikro (UMI) 8000 udah alhamdulillah," ujar Edward U Parlagutan, saat menghadiri acara Sosialisasi Pembiayaan Ultra Mikro " Sinergi Pembiayaan Ultra Mikro Dalam Mengangkat Perekonomian Rakyat," di Wisma Jeruju, jumat (5/4/2019).

Baca: Camat Sungai Raya Dukung Pembangunan PLTA di Wilayahnya

Baca: Pemkab Sambut Baik Rencana Pembangunan PLTA di Sungai Raya

Baca: Jelang Pemilu 2019, KPU Mempawah Gelar Bimtek Tungsura Pada PPS dan KPPS

Ia mengatakan Ultra mikro adalah inisiasi Direktorat Jenderal perbendaharaan (Djpb) yang sekarang diangkat menjadi program nasional.

Tugas Djpb itulah yang sebenarnya menganggarkan dana ini di anggaran negara. Oleh sebab itu yang menyalurkan nya juga di tingkat pusat Djpb yaitu Pusat investasi pemerintah (PIP).

"Bagaimana peran kami di daerah Kanwil perbendaharaan, dan kami mempunyai peran pertama melakukan sosialisasi terhadap masyarakat termasuk juga kepada Pemda," ujarnya.

Djpb juga melakukan koordinasi dengan penyalur penyalur Ultra mikro yaitu PT Permodalan Nasional Madani (PNM), Bahana dan Pegadaian,dan lembaga lainnya.

"Kami lakukan koordinasi supaya penyalurannya di daerah bisa tersalurkan dengan baik. Berikutnya kami melakukan monitoring dan evaluasi penyaluran, UMI di masyrakat" imbuhnya.

Dalam waktu dekat ini Djpb akan melakukan koordinasi dengan para penyalur dan akan bekerjasama bersinergi dengan pemerintah daerah Kalimantan Barat untuk melakukan sosialisasi.

"Kita harapkan dapat menginventarisasi UMKM nya yang layak untuk menerima ulta mikro," tutupnya.

Penulis: Anggita Putri
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved