Korupsi Berjemaah DPRD Kota Malang, 10 Anggota Divonis 4 Tahun Penjara, Ini Daftar Dewan Koruptor

Mereka adalah Arief Hermanto, Choeroel Anwar, Suparno Hadiwibowo, Erni Farid, Teguh Mulyono, Choirul Amri, dan Harun Prasodjo

Korupsi Berjemaah DPRD Kota Malang, 10 Anggota Divonis 4 Tahun Penjara, Ini Daftar Dewan Koruptor
MATANEWS/LUWARSO
Ilustrasi korupsi si Tanah Air

Korupsi Berjemaah DPRD Kota Malang, 10 Anggota Divonis 4 Tahun Penjara, Ini Daftar Dewan Koruptor

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SURABAYA - Sebanyak 28 dari 40 mantan anggota DPRD Kota Malang sudah menerima vonis atas perkara gratifikasi PAPBD Kota Malang tahun anggaran 2015.

Sebanyak 12 di antaranya saat ini masih dalam proses sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Surabaya.

Kamis (4/4/2019) kemarin, giliran 10 terdakwa mantan anggota DPRD Malang sudah divonis majelis hakim yang dipimpin Cokorda Gede Arthana. Ke-10 terdakwa divonis lebih dari 4 tahun penjara.

Tujuh terdakwa divonis dengan hukuman yang yakni masing-masing 4 tahun 1 bulan penjara. Mereka adalah Arief Hermanto, Choeroel Anwar, Suparno Hadiwibowo, Erni Farid, Teguh Mulyono, Choirul Amri, dan Harun Prasodjo.

Khusus Sony Yudhiarto dan Teguh Puji Wahyono, keduanya masing-masing divonis 4 tahun 2 bulan. Sementara Mulyanto divonis 4 tahun 6 bulan.

Baca: Brunei Berlakukan Hukum Syariah, Penghina Nabi Dihukum Mati hingga Potong Tangan Pelaku Pencurian

Baca: Jadwal Perempat Final Malaysia Open 2019, Tersisa 6 Wakil Indonesia, Link Live Streaming

Baca: Keuskupan Agung Pontianak Siap Jadi Tuan Rumah Kongnas KKKII ke-3

"Semua tedakwa dikenakan denda sebesar Rp 200 juta subsider 1 bulan penjara," ucap Cokorda Gede Arthana.

Para terdakwa disebut terbukti melanggar pasal 12 a dan pasal 12 b nomor 31 tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi.

"Yang meringankan, semua terdakwa mengakui perbuatannya, dan tidak berbelit-belit, sementara pertimbangan yang memberatkan para terdakwa, yakni tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas korupsi, serta merusak marwah dan citra DPRD kota Malang," jelas Cokorda.

Menanggapi putusan hakim, Jaksa Penuntut Umum dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), secara umum menerima amar putusan hakim. Jaksa hanya masih pikir-pikir vonis untuk terdakwa Sony Yudiarto.

Halaman
12
Editor: Rihard Nelson Silaban
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved