Korbannya Ratusan Orang, Penipuan UMKM dan KUR Beromzet Puluhan Juta Terungkap

Setoran administrasi mereka bervariasi, ada yang Rp. 100 ribu bahkan lebih

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ Ya'M NURUL ANSHORY
Tersangka kasus penipuan, Suryadi (44) saat diwawancara di sel tahanan Mapolsek Pontianak Barat, Jumat (5/4/2019). 

Korbannya Ratusan Orang, Penipuan UMKM dan KUR Beromzet Puluhan Juta Terungkap

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK -Seorang pria bernama Suryadi (44) diamankan oleh emak-emak yang merupakan nasabahnya, karena merasa ditipu.

Ia kemudian dilaporkan dan langsung ditahan di Mapolsek Pontianak Barat atas dugaan penipuan terhadap ratusan orang nasabah di wilayah Kecamatan Pontianak Barat.

Saat di wawancara di sel tahanan Polsek Pontianak Barat Suryadi menceritakan awalnya ia bertemu dengan sepupunya bernama Ferdi pada akhir Desember 2018 lalu.

Ferdi yang sudah lama tidak ditemuinya mengaku bekerja sebagai karyawan salah satu bank dan tiba-tiba menawarkan kerjasama menggiurkan kepadanya.

Baca: Suharso Perlu Pembinaan Pemerintah Bangun Mindset Bisnis Pengelola Bumdes

Baca: Enam Kali mendapat Predikat WTP, Leo Ingatkan Agar Kepala SKPD Sekadau tidak Terlena

Baca: Perempuan Pra Sejahtera Terbantu Program Pembiayaan PNM Mekaar

"Dia menyuruh saya mengumpulkan nasabah untuk kredit usaha rakyat (KUR) dan program dana UMKM, jika saya mendapatkan sepuluh orang nasabah dia janjikan komisi Rp. 300 ribu," ujarnya Jumat (5/4/2019).

Suryadi mengatakan dia sudah mendapatkan sekitar 10 kelompok yang sudah menyetor uang administrasi untuk program dana UMKM. Setiap kelompok kata dia, terdiri dari sepuluh orang.

"Setoran administrasi mereka bervariasi, ada yang Rp. 100 ribu bahkan lebih, biasanya yang dimintai lebih itu syaratnya tidak lengkap, itu tergantung Ferdi lagi," katanya.

Untuk syarat sendiri, Suryadi hanya diperintahkan oleh Ferdi meminta nasabahnya mengumpulkan fotocopy Kartu Keluarga, KTP dan Surat Nikah.

Selain program dana UMKM tadi, Ferdi juga memerintahkan Suryadi menyampaikan program KUR personal, dimana setiap orang dijanjikan akan menerima pencairan uang sebesar Rp. 25 juta.

Sebanyak empat kelompok yang sudah dikumpulkan oleh Suryadi, kemudian berkas-berkas dan setoran administrasinya diserahkan ke Ferdi.

Baca: BREAKING NEWS: Kebakaran di Kota Baru, Seorang Pria Lanjut Usia Tewas Terpanggang

"Untuk program dana UMKM itu janjinya akan menerima pencairan dana Rp. 5 juta, sementara yang dana KUR tadi per orang janjinya akan menerima Rp. 25 juta," jelasnya.

Suryadi mengaku sudah menerima komisi sekitar Rp. 3.7 juta rupiah atas kerja kerasnya mengumpulkan nasabah hingga ratusan orang.

"Komisi saya diberinya bertahap, tidak sekaligus, kadang Rp. 300 ribu bahkan Rp. 700 ribu sekali beri, totalnya tadi sekitar Rp. 3.7 juta, begitu disetor berkas dan uang adminnya saya langsung dapat komisi," paparnya.

Suryadi mengatakan kepada para nasabahnya bahwa pencairan dana yang dijanjikan Ferdi kepada mereka akan dilakukan pada Rabu (27/3/2019) namun sampai saat ini tak kunjung cair.

"Saya mulai mencari nasabah sejak bulan Januari 2019, saya kerap ditanya oleh nasabah kapan pencairan itu, mereka minta pertanggung jawaban, saya jani akan mengganti," ujarnya.

Suryadi menuturkan ratusan nasabahnya berasal dari berbagai kalangan, mulai dari ibu rumah tangga biasa, bahkan pedagang.

"Saya bahkan sampai lupa berapa jumlah pasti nasabah yang sudah saya berikan ke Ferdi, karena banyak dan sudah lama, sayapun memberikan berkas ke dia bertahap," ujarnya.

Suryadi mengatakan dia baru sekali menemukan antara Ferdi dan nasabahnya, sisanya kata dia, hanya berkomunikasi via telepon saja.

"Uang yang sudah saya serahkan ke dia nilainya puluhan juta rupiah," ungkapnya.

Suryadi mengaku saat ini ia tak mengetahui dimana keberadaan Ferdi, dia sudah memberikan semua data yang ia ketahui kepada pihak kepolisian.

Terpisah, Kapolsek Pontianak Barat, Kompol Abdullah SH mengatakan saat ini kasus tersebut masih dikembangkan, mengingat tersangka utama yakni Ferdi masih buron.

"Tersangka Suryadi kita amankan pada Senin (1/4/2019) kemarin, sebelumnya dia diamankan oleh ibu-ibu yang menjadi korbannya di Jalan Tabrani Ahmad, depan Pertamina," ujarnya.

Kompol Abdullah mengatakan pihaknya sedang mendeteksi, mencari dan mengumpulkan informasi terkait keberadaan Ferdi.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved