Enam Kali mendapat Predikat WTP, Leo Ingatkan Agar Kepala SKPD Sekadau tidak Terlena

Kemudian menurutnya dia kepatuhan terhadap peraturan perundang-udangan yang sesuai aturan main.

Enam Kali mendapat Predikat WTP, Leo Ingatkan Agar Kepala SKPD Sekadau tidak Terlena
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ TRY JULIANSYAH
Bupati Sekadau Rupinus saat memberikan sambutan pada kegiatan Entry Briefing Pemeriksaan Terinci BPK RI Perwakilan Provinsi Kalimantan Barat Atas LKPD, Pemerintah Kabupaten Sekadau Tahun Anggaran 2019, Jumat (5/4) 

Enam Kali mendapat Predikat WTP, Leo Ingatkan Agar Kepala SKPD Sekadau tidak Terlena

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,  SEKADAU - Satu diantara Tim Pemeriksa BPK RI Perwakilan Kalbar, Jiko Leo Poldo Simarmata berharap kepala SKPD di Sekadau dapat bekerjasama dengan baik saat pemeriksaan. Ia mengaku tidak mempermasalahkan jika memang ada kepala dinas yang harus meninggalkan daerah karena ada urusan tertentu. 

"Jangan dititipkan dokumennya antar sendiri, ini pengalaman kemarin, bendahara saya tanya ada dimana ada di ruangan, tapi yang mengantar staff nya, kalau tidak bisa segera konfirmasi ke saya," ujarnya, Jumat (5/4).

Diakui olehnya memang Kabupaten Sekadau sudah mendapatkan 6 kali opini predikat WTP. Namun ia berharap ini tidak menjadikan kepala SKPd terlena dan menyepelekan pemeriksaan dari BPK.

"Mungkin di sini terlena karena sudah enam kali WTP, biasanya yang fasih itu menganggap sepele aturan. Kami hanya bekerja disini 30 hari kalender, maka dengan waktu yang singkat dan tempo secepatnya bisa mengambil kesimpulan atas pelaksanaan LKPD tahun 2018," katanya. 

Baca: Porgram PNM Mekaar Capai 4,4 Juta Nasabah, Bikin Keluarga Sejahtera

Baca: Kecewa Bonus Tak Cair, Atlet Ancam Bantu Daerah Lain di Porprov Selanjutnya

Ia mengakui sekilas melihat pengelolaan keuangan di Sekadau sudah lumayan bagus. Namun ia menyangkan dari 6 kali WTP belum masuk 5 besar se kalbar tapi peringkatnya masuk ke 10, dari 14 kabupaten kota.

"Nah ini salahnya dimana, biasanya kalau WTP maka sistem informasi dan pelaksanaan pelayanannya sudah bagus. Opini WTP harus sejalan dengan tindak lanjutnya sehingga bisa dilihat pemdanya konsesnnya dimana. Karena itu jika ada masalah sebelumnya segera selesaikan," tuturnya. 

Namun diakuinya pula masih ada kelemahan-kelemahan yang ia lihat secara langsung sehingga iapun mengaku akan melalukan pemeriksaan lebih rinci. 

"Kemarin saat tiba disini saya melihat di dinas kesehatan itu, bangunan sudah ada wujud gedungnya tampak luar rapi, warnanya buluk, banyak ilalang ternyata gudang obat itu kesan pertama saya. Tapi kita lihat lagi tadi sudah rapi, nah ini akan kita cek lagi dalamnya. Masalah obat ini sangat riskan, kalaupun di rumah kita sendiri tempat obat harus di tempat yang bersih," tuturnya. 

Kemudian ia juga mengingatkan terkait masalah kehadiran dari kepala SKPD, walaupun diakuinya telah dikeluarkan intruksi dari bupati.  

Halaman
12
Penulis: Try Juliansyah
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved