Sosok Pete Buttigieg, Wali Kota Termuda, Veteran Perang Mengaku Gay Kandidat Calon Presiden Amerika

Wali Kota South Bend di Indiana, Pete Buttigieg. Seorang veteran perang Afghanistan dan mantan konsultan, dia adalah wali kota termuda

Sosok Pete Buttigieg, Wali Kota Termuda, Veteran Perang Mengaku Gay Kandidat Calon Presiden Amerika
(Twitter/Pete Buttigieg)
Wali Kota South Bend, Pete Buttigieg. 

Sosok Pete Buttigieg, Wali Kota Termuda, Veteran Perang Mengaku Gay Kandidat Calon Presiden Amerika

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, WASHINGTON DC - Kandidat yang akan memperebutkan kursi calon presiden AS yang diusung Partai Demokrat begitu beragam.

Perempuan dan pria dari berbagai latar belakang menghiasi bursa pencalonan presiden yang akan melawan Donald Trump pada tahun depan.

Salah satunya Wali Kota South Bend di Indiana, Pete Buttigieg. Seorang veteran perang Afghanistan dan mantan konsultan, dia adalah wali kota termuda di wilayah tersebut.

Dan yang lebih membuatnya menjadi sorotan ketika dia mengaku sebagai gay.

Kolumnis New York Times, David Brooks, menuliskan tentang mengapa penduduk menyukai wali kota Pete Buttigieg.

Baca: Saat Amien Rais Mengaku Tertipu Atas Berita Bohong Penganiayaan Ratna Sarumpaet

Baca: Imam Daerah FPI Kalbar Habib Iskandar Angkat Bicara, Ungkap Sosok Video Viral Ceramah di Singkawang

Baca: 14.242 Warga Kayong Utara Belum Rekam KTP Elektronik

Di situ dia menyebut, Buttigieg sebagai model anak muda yang mengesankan orang tua. Dia lulusan Harvard, mendapat beasiswa Rhodes, mantan konsultan di McKinsey, dan veteran Angkatan Laut.

Pria berusia 37 tahun ini di atas kertas memang sangat mengesankan.

Dia merupakan putra dari seorang ayah imigran dari Malta. Dia kembali ke Indiana pada usia 29 tahun dan menjadi wali kota.

Saat masih menjalani masa jabatan pertamanya, Buttigieg mengambil cuti 7 bulan untuk bertugas dengan Naval Reserve di Afghanistan pada 2015.

Kurang dari setahun kemudian, dia muncul lagi dengan mengaku sebagai gay. Meski demikian, urusan seksualitasnya tidak menghentikan pemilih di South Bend untuk memilihnya kembali.

Semua kesuksesan itu tidak luput dari perhatian, ketika dalam sebuah wawancara pada 2016, Barack Obama menyebut Buttigieg sebagai calon pemimpin potensial bagi partai.

The New York Times dan Washington Post bahkan menulis halaman khusus tentang kemungkinan Buttigieg menjadi presiden pertama yang gay atau bisakah dia menjadi presiden pertama milenial. (*)

Artikel ini telah terbit di kompas.com dengan judul Muda dan Gay, Mengapa Pete Buttigieg Disebut Potensial Pimpin AS?

Editor: Rihard Nelson Silaban
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved