Indonesia Lawyers Club

Sebut Korupsi Politik Persoalan Mendasar Di ILC, Fadli Zon Usul Parpol Dibiayai Swasta atau Negara

"Di negara seperti meksiko ada Rp 200 juta Dollar yang diarahkan atau dianggarkan untuk kepentingan partai politik sebagai pilar demokrasi.

Sebut Korupsi Politik Persoalan Mendasar Di ILC, Fadli Zon Usul Parpol Dibiayai Swasta atau Negara
Youtube ILC
ILC Fadli Zon Nilai Jokowi Norak di Debat Pilpres Pertama, Karni Ilyas: Kenapa Tak Serang Balik? 

Sebut Korupsi Politik Persoalan Mendasar di ILC, Fadli Zon Usul Parpol Dibiayai Swasta atau Negara

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Fadli Zon menganggap persoalan politik dan political coruption korupsi politik adalah persoalan mendasar.

Ia sepakat memang perlu ada satu evaluasi terhadap praktek-praktek di dalam politik Indonesia ke depan.  

"Dalam hal ini, salah satu jalan keluarnya ketika itu, kita mau menempatkan partai politik mau dibiayai oleh swasta atau negara sekaligus. Ini adalah pertanyaan yang mendasar, " ungkapnya saat jadi narasumber dalam program diskusi Indonesia Lawyers Club (ILC) TVOne bertema Kejutan OTT KPK: Ratusan Ribu Amplop Untuk Serangan Fajar?, Selasa (02/04/2019) malam. 

Fadli Zon mencontohkan di beberapa negara, ada upaya untuk memberikan dari anggaran tersebut kepada partai politik (parpol). Di Indonesia, sekarang Rp 1.000 per suara. 

Baca: Jadwal Malaysia Open 2019 Babak 8 Besar, Jonatan Cristie (Jojo) VS Viktor Axelsen

Baca: HASIL Valencia Vs Madrid Tadi Malam, Los Blancos Kalah, Casemiro Sebut Madrid Tak Bermain Baik

Baca: Bebaskan 17 Rumah Warga Sekitar Masjid Jami, Pemkot Pontianak Terkendala Hal Ini

Namun, ada gagasan perlu dinaikkan menjadi Rp 5-10 ribu per suara.  

"Di negara seperti meksiko ada Rp 200 juta Dollar yang diarahkan atau dianggarkan untuk kepentingan partai politik sebagai pilar emokrasi. Itu ada 9 parpol di Meksiko," terang Fadli Zon

Konsep seperti itu, kata dia, perlu dikaji secara mendalam plus dan minusnya serta baik dan buruknya.

Tentunya, semua menyadari masalah anggaran partai politik menjadi persoalan saat ini.

"Dahulu partai politik boleh berusaha. Sekarang tidak boleh berusaha. Tetapi di sisi lain bagaimana mendapat sumber dana yang legitimate agar parpol bisa memerankan satu pilar demokrasi yang penting. Ini tidak bisa tidak dalam negara demokrasi," katanya. 

Baca: Progres Restorasi Masjid Jami 60 Persen, Andi: Kayu Belian Langka & Perlu Perizinan Khusus

Baca: Tingkatkan Badan Usaha Milik Desa, Gemawan Gandeng Lebih Dari 100 Desa

Baca: VIDEO: Pembukaan Pelatihan CPNS di Kapuas Hulu

Halaman
1234
Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Rizky Prabowo Rahino
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved