Sakit Gigi Akibat Gigi Berlubang, Hindari Bepergian Naik Pesawat
Alasannya adalah, rasa nyeri akibat karies bisa berlipat ganda saat kita naik pesawat terbang.
Sakit Gigi Akibat Gigi Berlubang, Hindari Bepergian Naik Pesawat
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Sakit karena gigi berlubang kabarnya terasa hingga ke ubun-ubun.
Selain dilarang mengonsumsi makanan yang terlalu manis, panas, asam, dan dingin, penderita gigi berlubang disarankan tidak naik pesawat terbang.
Alasannya adalah, rasa nyeri akibat karies bisa berlipat ganda saat kita naik pesawat terbang.
Demikian penjelasan drg.Ratu Mirah Afifah GCCLindent, MDSc, staf pengajar dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjajaran, sat diwawancarai.
Baca: Kedapatan Bawa Peluru di Bandara Ngurah Rai Bali, 2 WNA Asal Meksiko dan AS Ditangkap
Baca: Legenda Honda Sebut Valentino Rossi Tak Pernah Berhenti Bikin Takjub
Baca: Dapat Empat Usulan Raperda Dari Bupati Landak, Ini Prioritas Yang Akan Segera Dibahas DPRD
"Dentin memiliki saluran-saluran kecil yang berhubungan dengan saraf. Bila ada rangsangan, baik suhu atau ketinggian, saraf akan terangsang dan menimbulkan sakit," papar dokter Ratu.
Rasa sakit juga bisa timbul bila gigi mati dan terjadi infeksi. "Gigi yang mati dan terkena tekanan akan menimbulkan gas.
Bila gasnya mendesak keluar, rasanya sakit sekali. Persis seperti nanah dalam bisul," katanya.
Karena alasan itulah, pilot dan seluruh kru pesawat wajib memiliki gigi yang sehat dan tidak berlubang.
Para calon penumpang pesawat juga disarankan untuk menambal giginya sebelum bepergian dengan pesawat.
Menurut Ketua Umum Pengurus Besar Dokter Gigi Indonesia, drg.Zaura Rini, MPS, angka karies gigi di Indonesia masih tergolong tinggi dibandingkan negara berkembang lainnya.
Tingginya prevalensi dan keparahan karies gigi di Indonesia, menurut Rini disebabkan karena masyarakat masih menganggap remeh masalah kesehatan gigi.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Alasan Penderita Gigi Berlubang Sebaiknya Hindari Naik Pesawat.