Resmikan Pencanangan Pembangunan, Ini Penjelasan Menteri BUMN

Rini menyebutkan bahwa Indonesia juga masih mengimpor alumina dari Australia.

Resmikan Pencanangan Pembangunan, Ini Penjelasan Menteri BUMN
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ DAVID NURFIANTO
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno saat diwawancarai awak media, usai meresmikan Pencanangan Pembangunan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR), di Desa Bukit Batu, Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, Kamis (4/4/2019) 

Resmikan Pencanangan Pembangunan, Ini Penjelasan Menteri BUMN

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno resmikan Pencanangan Pembangunan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR), di Desa Bukit Batu, Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, Kamis (4/4/2019).

Hadir dalam pencanangan ini, Wakil Gubernur H. Ria Norsan, Bupati Mempawah, H. Gusti Ramlana, Anggota DPR RI Dapil Kalbar Maman Abdurrahman, Ketua DPD RI Oesman Sapta Oedang.

Juga hadir, Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin, Direktur Utama Antam Arie Ariotedjo, serta unsur Forkofimda Daerah Kabupaten Mempawah.

Dalam hal ini, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini menekankan bahwa hilirisasi produk tambang menjadi penting mengingat selama ini bauksit diekspor dalam bentuk mentah.

Rini menyebutkan bahwa Indonesia juga masih mengimpor alumina dari Australia.

“Selama ini bauksit diekspor kemudian pabrik Inalum di Sumatra Utara impor alumina baru. Kalau nanti pabrik Mempawah sudah bisa produksi alumina, kita tidak perlu impor lagi. Produksi bauksit sampai aluminium semua dari Indonesia, kita tidak butuh orang luar lagi,” ujarnya.

Baca: BPB dan Pemdes Maboh Permai Laksanakan Monev Pembangunan Rabat Beton

Baca: BTP Alias Ahok Tercyduk Foto Liburan Romantis, Tas Mewah Bripda Puput jadi Sorotan

Lebih lanjut, Ia mengatakan bahwa pembangunan proyek SGAR diharapkan bisa meningkatkan nilai tambah produk tambang Indonesia. Juga mengurangi impor alumina, dan menciptakan lapangan kerja baru, serta berdampak besar bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di daerah.

"Pembangunan SGAR Mempawah ini membutuhkan biaya investasi sebesar 850 juta dolar AS dengan proporsi kepemilikan saham 60 persen Inalum dan 40 persen Antam," ungkapnya.

Selain itu, Ia mengatakan bahwa pabrik pemurnian grade alumina ini ditargetkan mulai berproduksi pada kuartal-I 2022 dan mampu menyerap tenaga kerja sampai 750 karyawan.

"Fasilitas pengolahan ini rencananya memiliki kapasitas produksi sampai 2 juta ton alumina per tahun," tegasnya.

Tak hanya itu, Ia menambahkan dalam tahap pertama yang ditandai dengan pencanangan pembangunan hari ini. SGAR Mempawah memiliki kapasitas produksi 1 juta ton per tahun dengan kebutuhan bijih bauksit 6 juta wet metric ton (wmt) per tahun.

"Proyek SGAR Mempawah juga diharapkan memenuhi kebutuhan alumina sebagai bahan baku aluminium yang dibutuhkan Inalum sebesar 500.000 ton per tahun," pungkasnya.

Penulis: David Nurfianto (DAP)
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved