Muak Kekerasan Bersenjata dan Bikin Sejarah, Wanita Kulit Hitam Pimpin Kota Terbesar Ketiga di AS

Warga Chicago telah muak dengan kekerasan bersenjata di kota mereka yang lebih banyak dibanding kota-kota besar Amerika

Muak Kekerasan Bersenjata dan Bikin Sejarah, Wanita Kulit Hitam Pimpin Kota Terbesar Ketiga di AS
(AFP / KAMIL KRZACZYNSKI)
Wali kota terpilih Chicago, Lori Lightfoot, yang menjadi perempuan kulit hitam pertama yang pemimpin kota terbesar ketiga di AS. 

Muak Kekerasan Bersenjata dan Bikin Sejarah, Wanita Kulit Hitam Pimpin Kota Terbesar Ketiga di AS 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, CHICAGO - Untuk pertama kalinya dalam sejarah, kota terbesar ketiga di AS, Chicago, akan dipimpin oleh seorang perempuan kulit hitam.

Tak hanya itu, wali kota terpilih juga telah secara terbuka mengakui bahwa dirinya adalah seorang lesbian.

Lori Lightfoot (56), seorang mantan jaksa federal dan pengacara, memenangkan pemilihan putaran kedua yang digelar pada Selasa (2/4/2019), dan akan mengambil sumpah jabatan pada 20 Mei mendatang.

Lightfoot yang memperoleh 74 persen suara, unggul dari kandidat putaran kedua lainnya, Toni Preckwinkle, yang hanya meraih 26 persen.

Lightfoot yang belum pernah memegang jabatan terpilih, menang dari Preckwinkle, yang menjabat sebagai kepala eksekutif Cook County. Seperti halnya Lightfoot, Preckwinkle juga seorang perempuan kulit hitam.

Baca: 1 Juta Orang Akan Hadir Kampanye Akbar Prabowo-Sandi di GBK

Baca: Jadwal Malaysia Open 2019 Babak 8 Besar, Jonatan Cristie (Jojo) VS Viktor Axelsen

Baca: Imam Daerah FPI Kalbar Habib Iskandar Angkat Bicara, Ungkap Sosok Video Viral Ceramah di Singkawang

Sepanjang sejarah, sejak 1837, Chicago baru pernah sekali dipimpin seorang wali kota kulit hitam, dan seorang wali kota perempuan.

Lightfoot akan menggantikan Rahm Emanuel yang memutuskan tidak melanjutkan masa jabatannya untuk kali ketiga.

Chicago, sebagai kota terbesar ketiga di AS, yang dikenal sebagai kota di mana kesepakatan antara orang dalam dan partai politik yang berkuasa telah berkembang selama puluhan tahun.

Menurut pakar politik, Evan McKenzie, profesor ilmu politik di Universitas Illinois, terpilihnya Lightfoot menjadi bukti penolakan seluruh warga Chicago atas permainan politik tingkat wali kota.

Sementara pesaingnya, Preckwinkle (72), yang telah berpuluh-puluh tahun memegang jabatan terpilih di tingkat lokal, justru tidak terpilih karena para pemilik suara yang sepakat ingin mengguncang Balai Kota.

Warga Chicago telah muak dengan kekerasan bersenjata di kota mereka yang lebih banyak dibanding kota-kota besar Amerika lainnya, menuntut pemerintah kota mengambil tindakan tegas atas peraturan kepemilikan senjata api.

"Orang-orang berharap sesuatu yang berbeda akan datang, dan terpilih untuk hal itu merupakan sesuatu yang luar biasa," kata Lightfoot kepada wartawan, Selasa (2/4/2019), dikutip AFP.

Pemilihan wali kota Chicago 2019 digelar pada 26 Februari dengan diikuti 14 kandidat. Sementara pemilu putaran kedua yang diikuti dua kandidat teratas digelar 2 April lalu. (*)

Artikel ini telah terbit di kompas.com dengan judul Pertama Kalinya, Chicago Pilih Perempuan Kulit Hitam sebagai Wali Kota

Editor: Rihard Nelson Silaban
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved