Indonesia Lawyers Club

ILC TvOne : 400 Ribu Amplop OTT Bowo, Fadli Zon Anggap Angka Fantastis dan Harus Masuk Rekor MURI

"Jadi ada perang total menggunakan amplop, ada perang total menggunakan sembako. Ada perang total menggunakan yang lain-lain.

ILC TvOne : 400 Ribu Amplop OTT Bowo, Fadli Zon Anggap Angka Fantastis dan Harus Masuk Rekor MURI
Screenshot TVOne
ILC TVOne LIVE, Ini Daftar Narasumber ILC TVOne! Ada Fahri Hamzah dan Fadli Zon, Rocky Gerung? 

Wakil Ketua DPP Gerindra itu juga menimpali OTT ini bukan prestasi dari Komisioner KPK. Namun, prestasi penyidik. Angka 400 ribu amplop merupakan angka fantastis. 

Menurut Fadli, kejadian itu merupakan satu diantara modus serangan fajar atau mungkin bagian dari perang total yang pernah disebut oleh kubu calon presiden nomor urut 01. 

"Jadi ada perang total menggunakan amplop, ada perang total menggunakan sembako. Ada perang total menggunakan yang lain-lain. Ada yang menggunakan oknum-oknum aparat. Kan ada juga kemarin Kapolsek diminta melakukan itu, walaupun akhirnya dicabut," ujar Fadli Zon

Pihaknya juga mendapatkan laporan ada juga melibatkan Kepala Desa, Camat dan Bupati. Fadli Zon menyarankan sebaiknya hal-hal seperti itu dihentikan karena masih ada waktu kurang lebih dua minggu ke depan jelang masa pencoblosan.

"Jika ada sembako yang disiapkan, amplop yang disiapkan oleh paslon tertentu. Ini menurut saya segera dihindari, dicegah. Lebih baik diberikan kepada fakir miskin dan anak terlantar. Jangan diberikan kepada rakyat untuk melakukan vote buying atau membeli suara. Tentu ini akan terbongkar sendirinya," saran dia.

Baca: VIDEO: Konsultasi Publik Pembangunan Bandara Singkawang

Baca: Pemkab Mempawah Dukung Pencanangan Pembangunan SGAR

Baca: 350 Polisi Amankan Peresmian Pencanangan Pembangunan SGAR

Berawal dari OTT Serangan Fajar

Topik ILC tanggal 2 April 2019 berawal dari kasus penangkapan Operasi Tangkap tangan (OTT) Anggota Komisi VI DPR Bowo Sidik Pangarso yang diduga mempersiapkan 400 ribu amplop yang berisi pecahan uang Rp 20 ribu dan Rp 50 ribu pada Kamis (28/3/2019) dini hari.

Saat itu, Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengatakan KPK menemukan ratusan ribu amplop itu tersimpan di dalam 84 kardus.

Uang itu diamankan di salah satu lokasi di kawasan Pejaten saat operasi tangkap tangan (OTT). Nilainya, sekitar Rp 8 miliar.

"Kami duga dari bukti yang kami dapatkan itu akan digunakan untuk pendanaan politik, dalam tanda kutip serangan fajar pada pemilu 2019 tanggal 17 April nanti," kata Febri dilansir Kompas.com.

Halaman
1234
Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Rizky Prabowo Rahino
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved